Trump Tetap Naikkan Tarif, Padahal RI Sudah Komitmen Impor Barang AS US$34 Miliar!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 July 2025 Waktu baca 5 menit

Pemerintah Indonesia telah mendorong berbagai sektor swasta nasional untuk menjalin kemitraan atau kolaborasi strategis dengan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat sebagai langkah konkret untuk merealisasikan rencana impor senilai US$ 34 miliar.


Angka tersebut jauh melampaui besaran defisit neraca perdagangan yang menjadi alasan Presiden AS Donald Trump menetapkan bea masuk sebesar 32% terhadap Indonesia, yakni sekitar US$ 18 miliar hingga US$ 19 miliar.

 

Komitmen tersebut sudah diumumkan sejak 7 Juli 2025 melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan-perusahaan Indonesia dan mitra bisnis asal AS, hanya satu hari sebelum Presiden Trump menyatakan tetap memberlakukan tarif 32% setelah negosiasi yang berlangsung selama 90 hari.

 

“Selama ini, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat berjalan dengan baik dan harus terus dijaga. Salah satu bentuk upaya memperkuat hubungan ini adalah dengan komitmen para pelaku usaha Indonesia untuk membeli produk unggulan dari AS, terutama di bidang pertanian dan energi, dengan nilai keseluruhan mencapai US$ 34 miliar,” jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers, Rabu (9/7/2025).

 

Pada tanggal 7 Juli 2025, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Washington, D.C. telah mengadakan serangkaian pertemuan bisnis tingkat tinggi.

 

Tokoh-tokoh industri strategis dari Indonesia turut berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk perusahaan dari sektor energi dan pertanian seperti PT Pertamina, PT Busana Apparel Group (mewakili Asosiasi Pertekstilan Indonesia), FKS Group, Sorini Agro Asia Corporindo (anggota Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia), serta Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia.

 

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan dan komitmen bisnis, yang diwujudkan melalui penandatanganan beberapa nota kesepahaman, yang membuka peluang kerja sama baru serta mempererat hubungan ekonomi antara kedua negara.

Beberapa contoh MoU yang telah disepakati antara lain adalah:

  • MoU antara Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia dan US Wheat Associates,

  • MoU antara Sorini Agro Asia Corporindo dan Cargill terkait pembelian jagung,

  • MoU antara FKS Group dan Zen-Noh Grain Corporation untuk pembelian kedelai dan bungkil kedelai,

  • MoU antara PT Kilang Pertamina Internasional dan ExxonMobil,

  • MoU antara PT Kilang Pertamina Internasional dan KDT Global Resource,

  • Serta MoU antara PT Kilang Pertamina Internasional dan Chevron.

“Kami percaya bahwa kemitraan ini akan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan berkualitas, mendukung pertumbuhan UMKM, serta mendorong pertukaran teknologi dan pengetahuan antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ungkap Sade Bimantara, Wakil Duta Besar dan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI di AS.

 

Indonesia memiliki harapan untuk membangun hubungan ekonomi jangka panjang yang saling menguntungkan, dan sekaligus berkontribusi terhadap kemakmuran kawasan dan global.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.