Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 20 May 2023 Waktu baca 5 menit
Hingga saat ini, hanya sekitar 4,1 persen dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah tergabung dalam rantai pasok industri, demikian yang diungkapkan oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Angka ini terlihat kecil jika dibandingkan dengan total UMKM di Indonesia yang mencapai lebih dari 64 juta. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya evolusi produk UMKM agar tidak hanya berbasis teknologi rintisan, tetapi juga berbasis teknologi modern.
Teten menyatakan bahwa ia ingin UMKM menjadi bagian dari rantai pasok industri, seperti yang telah terjadi di negara maju. Untuk mewujudkan hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bekerja sama dengan banyak universitas dan inkubator bisnis swasta. Program Pendampingan Mikro Mandiri ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan menjadi model inovasi untuk pengembangan kapasitas SDM UMKM.
Menteri Teten menambahkan bahwa saat ini sudah banyak wirausaha muda yang berbasis inovasi teknologi, seperti industri sepatu dan parfum. Sebagai contoh, Indonesia sudah memiliki bahan baku parfum kelas dunia yang berasal dari Prancis. Begitu pula dengan industri jamu, UMKM jamu dapat menjadi industri obat berbasis atau menjadi bagian dari rantai pasok industri farmasi.
Teten menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis, termasuk pembiayaan perbankan dan kemudahan berusaha. Secara regulasi, menurutnya, sudah ada langkah-langkah yang diambil, seperti kebijakan insentif pajak untuk kemitraan dengan usaha besar dan aturan pengupahan serta pembiayaan KUR Klaster.
Menteri Teten meyakini bahwa dengan UMKM yang tergabung dalam rantai pasok industri, bisnis akan menjadi lebih efisien. Sebagai contoh, di Jepang, UMKM telah menjadi pemasok komponen bagi sektor industri otomotif. UMKM tersebut hanya perlu melakukan pekerjaan jahit bagi merek-merek terkenal.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop, Yulius, menambahkan bahwa Program Pendampingan Mikro Mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan akses usaha mikro secara berkelanjutan agar pelaku usaha mikro dapat naik kelas dan terhubung dengan ekosistem bisnis yang lebih luas. Program ini akan dilaksanakan selama enam bulan dengan kolaborasi bersama Kampus Bisnis Umar Usman. Pada tahun 2023, program pendampingan akan diberikan kepada 300 pelaku usaha mikro yang telah diverifikasi dari total 7.390 pelaku usaha mikro yang telah mengikuti pelatihan pada tahun 2021 dan 2022.
Sumber: Republika.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.