Permen Jepang Ditemukan Mengandung Bahan Radioaktif

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 March 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Produk kembang gula Jepang yang rencananya akan diekspor ke Korea Selatan (Korsel) diduga mengandung bahan radioaktif. Media Seoul Yonhap News memberitakan hal tersebut pada Jumat (3 Agustus 2024). Pengujian menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung radiasi, atau 1 becquerel (Bq) per kilogram (kg) cesium. Permennya sendiri diproduksi di Prefektur Shizuoka. 


Faktanya, tingkat radiasi tersebut masih di bawah ambang batas keamanan sebesar 100 Bq/kg. Namun, Kementerian Makanan dan Obat-obatan Korea Selatan (MFDS) mewajibkan importir  melakukan uji lebih lanjut terhadap radionuklida lainnya. 


“Semua produk lain yang seharusnya diekspor telah dibatalkan,” tulis media tersebut. Faktanya, ini bukan pertama kalinya sejumlah kecil cesium terdeteksi pada produk-produk Jepang. Korea Selatan mencatatkan hal ini sebanyak empat kali sehingga berujung pada pembatalan rencana impor. 


Kekhawatiran terhadap produk makanan khas Jepang  baru-baru ini meningkat menyusul keputusan Tokyo untuk membuang limbah pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang hancur akibat bencana tsunami tahun 2011. Selain impor, negara-negara sekitar Jepang seperti Korea Selatan dan Tiongkok juga menyatakan keprihatinannya atas tindakan tersebut karena khawatir produk makanan laut mungkin terkontaminasi bahan radioaktif. 

 

Meski demikian, pemerintah Jepang menyatakan langkah tersebut tidak akan menimbulkan konsekuensi berbahaya. Pemerintah Jepang mengatakan kegiatan tersebut mematuhi pedoman  Badan Energi Atom Internasional (IAEA). 
Terakhir, pemerintah Jepang menyatakan bahwa ``Jepang akan mengambil semua tindakan  untuk memastikan pembuangan limbah yang aman ke laut bahkan setelah pembuangan limbah telah dimulai, dan  akan terus mengambil semua tindakan untuk memastikan pembuangan limbah  yang aman ke laut, dan untuk mencegah limbah yang mungkin berdampak buruk terhadap kesehatan atau lingkungan.'' tidak akan dibuang." Agustus.

 
Kami akan terus memberikan informasi komprehensif dengan cara yang sangat transparan dan mengambil tindakan yang diperlukan berdasarkan bukti ilmiah  untuk mendapatkan pemahaman yang benar baik di dalam maupun di luar negeri.'' Kami akan terus berupaya untuk mengatasi hal ini, termasuk menanggapi situasi yang ada. ."


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.