Penutupan 1.000 SPBU Shell di Seluruh Dunia: Dampaknya Bagaimana di Indonesia?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 28 March 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Shell berencana menutup hingga 1.000 Stasiun Layanan Umum (SPBU) di beberapa negara pada tahun 2025. Sebaliknya, perseroan berencana menggalakkan pembangunan Stasiun Pengisian Umum Skala Besar (SPKLU) untuk kendaraan listrik. Lalu bagaimana dengan SPBU di Indonesia?  

 

Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea membenarkan Shell  akan tetap menjalankan izin usaha niaga umum penjualan minyak tanah (BBM) di Indonesia. Padahal perusahaan saat ini sedang menerapkan strategi transisi energi global. “Shell terus aktif terlibat dalam operasi hilir migas di Indonesia, termasuk produksi dan pemasaran pelumas, penjualan bahan bakar minyak (BBM), dan produksi bahan bakar rendah karbon,” kata Susi, Kamis (03/03) kepada CNBC. 28/2024), Indonesia). 

 

Susi menambahkan, Indonesia merupakan pasar pertumbuhan penting bagi bisnis pelumas Shell. Rupanya di sektor pelumas, perseroan berencana memulai pembangunan pabrik produksi minyak pelumas di Marunda pada Maret 2024 dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 120 kiloton. 

 

“Pada November 2022, kami akan melipatgandakan kapasitas produksi Pabrik Pelumas Marunda (lube oil blending plant) Shell  menjadi 300 juta liter per tahun. 300 juta liter per tahun. Kami berencana memperkenalkan  cairan pendingin imersi yang mendukung hal ini. Silakan rasakan pertumbuhannya." Di bisnis SPBU, mulai Januari 2024 kami akan memperkenalkan layanan terintegrasi seperti Shell Café di SPBU Shell Soe Pomo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. 

 

Selanjutnya pada Juni 2023, Shell akan memperkenalkan bahan bakar terkuatnya di Indonesia, Shell V Power, yang dilengkapi dengan teknologi terkini untuk menghilangkan 100% endapan yang mempengaruhi kinerja mesin, tambahnya. 
Referensi: Langkah Shell diperkirakan akan mengakibatkan pengurangan kapasitas SPBU sebesar 2,1%, namun Shell tidak menyebutkan di negara mana SPBU akan ditutup. Pada tahun 2023, Shell akan mengoperasikan 47.000 toko di seluruh dunia. 

 

Kedepannya, Shell akan memfokuskan rencananya pada pasar Tiongkok dan Eropa. Dibutuhkan lebih banyak SPKLU seiring dengan percepatan pertumbuhan kendaraan listrik di kedua wilayah tersebut. 

 

Selain itu, perseroan berencana menambah jumlah titik pengisian  kendaraan listrik dari  54.000 menjadi 200.000. Rencana tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun 2030. SPKLU Shell saat ini sudah hadir di SPBU Shell. Selain itu, SPKLU Shell juga dapat ditemukan di berbagai pusat mobilitas seperti supermarket.

 

Menurut peta pengisian daya Shell Recharge EV, perusahaan mengoperasikan lebih dari 3.700 stasiun pengisian daya di seluruh Amerika Serikat, dengan beberapa colokan pengisi daya dipasang di setiap lokasi. Perbandingan: Tesla menawarkan hampir 6.000 stasiun pengisian daya dengan lebih dari 15.000 colokan pengisian cepat 

 

Meskipun  terjadi penurunan permintaan kendaraan listrik di AS baru-baru ini, Shell yakin transisi energi  global merupakan investasi yang patut dipertimbangkan. Shell menyoroti peningkatan investasi di basis industri kendaraan listrik Tiongkok, khususnya di Shenzhen dan Wuhan.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.