Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 08 November 2023 Waktu baca 5 menit
Prabowo Subianto, bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju, mengusulkan perombakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai salah satu program yang ditawarkannya.
Menteri Pertahanan ini mengklaim bahwa masalah PDB Indonesia yang lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga disebabkan oleh manajemen keuangan negara yang masih kurang efisien. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan negara tetangga seperti Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Prabowo, seorang politikus dari Partai Gerindra, merancang program yang akan memisahkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (BC) dari Kemenkeu dan menjadikannya sebagai Badan Penerimaan Negara.
"Saya percaya ini adalah masalah manajemen. Dengan manajemen yang baik di DJP atau BC, kita dapat meningkatkan penerimaan negara kita," ujar Prabowo dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Selatan pada Rabu (8/11).
"If we look at revenue as a percentage of our GDP, we are behind Cambodia, with our government revenue to GDP at 18 percent, Cambodia at 18 percent, above us Malaysia and Thailand are approaching 20 percent, and Vietnam is already at 20 percent," tambah Prabowo.
Menurut Prabowo, pemisahan antara Kemenkeu dengan DJP dan BC tidak akan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang melakukannya, karena langkah serupa telah diambil oleh banyak negara maju, meskipun Prabowo tidak merinci negara-negara tersebut.
"Kita perlu berani belajar dari pengalaman orang lain. Di banyak tempat, negara-negara maju telah memisahkan antara pembuatan kebijakan di Kemenkeu dan pengumpulan pajak serta penerimaan negara," jelasnya.
Dalam data yang disampaikan oleh Prabowo, Indonesia memiliki Government Revenue to GDP sebesar 11,8 persen, lebih rendah daripada Kamboja (18,1 persen), Malaysia (15,1 persen), Thailand (18,5 persen), dan Vietnam (18,2 persen).
Sementara itu, tax to GDP Indonesia sebesar 9,1 persen, lebih rendah daripada Kamboja (16,4 persen), Malaysia (11,2 persen), Thailand (14,3 persen), dan Vietnam (12,9 persen).
Sumber: kumparan.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.