Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 16 September 2023 Waktu baca 5 menit
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, telah mengungkapkan bahwa biaya pengiriman barang antar daerah di Indonesia kini jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya ekspor barang ke luar negeri. Pernyataan ini dia sampaikan dalam acara "Era Baru Biaya Logistik untuk Indonesia Emas 2045" yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14 September 2023.
Suharso menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bappenas, biaya logistik dalam negeri pada tahun 2022 mencapai 14,1% dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, biaya logistik pengiriman barang ke luar negeri hanya sekitar 8,9%.
Lebih lanjut, Suharso menjelaskan bahwa komponen biaya terbesar dalam logistik di Indonesia adalah biaya transportasi dan penanganan kargo, yang mencapai 45,3% dari total biaya. Selain itu, biaya pergudangan dan biaya persediaan masing-masing mencapai 22,5% dan 14,6%. Komponen lainnya adalah biaya administrasi logistik, yang mencakup sekitar 17,6% dari total biaya logistik.
Suharso menyatakan bahwa biaya logistik nasional merupakan salah satu tantangan besar dalam upaya Indonesia menuju integrasi ekonomi nasional dan global sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Beberapa faktor yang menyebabkan biaya logistik nasional tinggi adalah rendahnya skala ekonomi, yang mengakibatkan penggunaan kapal kecil dan muatan yang rendah, serta infrastruktur pelabuhan domestik yang belum mampu menampung kapal-kapal besar.
Selain itu, pembentukan rute konsolidasi yang belum optimal dan ketidakmerataan sarana fasilitas di pelabuhan juga menjadi masalah yang dihadapi Indonesia dalam mengurangi biaya logistik.
Pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi biaya logistik nasional menjadi sekitar 9% pada tahun 2045 mendatang. Suharso mengungkapkan bahwa langkah-langkah untuk mencapai target ini melibatkan peningkatan teknologi digital, peningkatan kualitas SDM, efisiensi ekosistem, serta perbaikan dalam lembaga logistik.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat konektivitas intra dan antarkawasan, meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai pasok global, dan memperkuat keterkaitan ekonomi antar pusat-pusat pertumbuhan. Upaya juga akan dilakukan untuk meningkatkan ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi di pasar global serta memperbaiki infrastruktur konektivitas darat, laut, dan udara.
Pemerintah juga berkomitmen untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru dan meningkatkan daya tarik pusat-pusat pertumbuhan yang sudah ada.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.