Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 12 May 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) telah merilis laporan keuangan konsolidasi untuk kuartal pertama tahun ini yang berakhir 31 Maret 2024. Pada periode tersebut, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar 489 juta USD atau setara dengan sekitar Rp 7,85 triliun (kurs tarifnya Rp 16.055). per USD). . Omset ini turun 29% dibandingkan kuartal pertama tahun 2023 yang mencapai 685,59 juta USD.
Meski penjualan meningkat 11% secara year-on-year, manajemen PT Indo Tambangraya Megah Tbk menjelaskan penurunan pendapatan pada periode tersebut disebabkan dampak penurunan rata-rata penjualan sebesar 36%. harga (ASP) batubara. Dari 151 USD/ton pada kuartal pertama tahun 2023 menjadi 97 USD/ton pada kuartal pertama tahun 2024, sejalan dengan tren harga batubara global. Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan pada kuartal pertama tahun 2024 turun menjadi 369,88 juta USD dari 418,67 juta USD pada kuartal pertama tahun 2023.
Dengan demikian, perusahaan mencatatkan laba kotor sebesar $119,36 juta, dibandingkan $418,67 juta pada Q1. 2023. Q1 2023. 266,92 juta pada Q1 2023.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek, perseroan mencatat biaya lain-lain sebesar $40,37 juta pada kuartal pertama tahun 2024. Biaya tersebut meningkat dari $32,88 juta pada kuartal pertama tahun 2024. 1 2023. Akibatnya, biaya pra- -laba pajak turun menjadi $78,99 juta pada kuartal pertama tahun 2024 dari $234,04 juta pada kuartal pertama tahun 2023.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama periode tersebut sebesar USD 61,6 juta atau setara sekitar Rp 989,04 miliar. Laba ini turun 66,28% dibandingkan laba Q1 2023 yang tercatat sebesar $182,72 juta.
Total aset pada akhir Maret 2024 meningkat 5% year-to-date menjadi $2,288 juta, dibandingkan dengan $2,19 miliar pada akhir Maret 2023. Saldo kas pada akhir Maret 2024 meningkat 7% year-to-date mencapai 915 juta, dibandingkan menjadi $851 juta pada akhir Maret 2024. Pada akhir tahun 2023 dan 31 Maret 2024, kas dan setara kas menyumbang 40% dari total aset.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: liputan6.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.