Jokowi Tegaskan Freeport Kini Milik Indonesia, Bukan Lagi Milik Amerika

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 March 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan PT Freeport Indonesia kini berada di bawah kendali Indonesia dan bukan lagi milik Amerika Serikat (AS). Menurutnya, Indonesia sudah memiliki mayoritas saham  di perusahaan tambang emas tersebut.


Jokowi mengatakan sebelumnya dia hanya memegang 9% saham Indonesia. Kemudian diambil alih melalui negosiasi, dan kini mayoritas mencapai 51%. Artinya Freeport bukan lagi bagian Amerika. Sudah milik Indonesia, milik negara kita. Jangan berangan-angan Amerika sudah menjadi Indonesia, kata Jokowi di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2024.

 

Bahkan, Jokowi menegaskan, kepemilikan Indonesia di Freeport Indonesia akan segera meningkat menjadi 61 persen. Tentu saja pendapatan Freeport yang  masuk ke kantong negara ke depan akan meningkat, ujarnya. "Indonesia akan segera meningkatkan persentase ini menjadi 61%. Dan saat ini, 70 persen pendapatan freeport akan masuk ke negara bagian. Begitu mencapai 61 persen,  80 persen akan masuk ke negara bagian." seperti ini tantangannya besar, tantangannya tidak mudah, butuh keberanian, butuh keberanian,” ujarnya. Bahkan, kata Jokowi, dibutuhkan keberanian untuk mewujudkan hal seperti itu, karena tantangannya tidak mudah.

 

Oleh karena itu, terkadang mengejutkan bahwa ketika Freeport diduduki oleh Indonesia, Jokowi justru dikritik dan bukannya didukung. "Kadang aku bertanya-tanya, kenapa hal seperti itu bisa diterima di negara kita? Tidak ada yang mendukung, mereka hanya diam saja, bahkan ada yang mem-bully mereka. " Tapi aku... Aku sudah terbiasa dihina, difitnah, dihina, dan dihina. diejek, tapi aku tetap melanjutkannya. “Kalau saya yakin itu benar, saya akan lanjutkan,” tegasnya. 

 

Oleh karena itu, Jokowi menilai Indonesia mudah meraih medali emas pada 2045 jika tetap konsisten. “Kalau kita konsisten melakukan hilirisasi, maka kita akan memasuki digitalisasi ekonomi hijau.” “Saya yakin tidak akan sulit meraih emas Indonesia di tahun 2045,” tutupnya. Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima CEO Freeport-McMoRan Richard Adkerson dan komisi PT. Ibu Kathleen Quirk, Presiden dan Presiden PT Freeport Indonesia. Tony Wenas dari Freeport Indonesia  di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 28 Maret 2024.

 

“Saya bertemu dengan Presiden, bersama Richard Adkerson dan Kathleen Quirk, untuk memberikan arahan mengenai perkembangan terkini di sektor hulu pertambangan,” kata Toney di istana kepresidenan. Ia mengatakan, dari  laporan yang disampaikan kepada Presiden Jokowi, disebutkan bahwa progres smelter Freeport di Gresik, Provinsi Jawa Timur, telah mencapai lebih dari 92%. 

 

“Kami harapkan Mei tahun ini selesai, Juni tahun ini bisa beroperasi,” ujarnya, “Rencananya bisa beroperasi penuh pada 2024.” Ada pula pembicaraan perpanjangan izin pertambangan PT. Freeport Indonesia dalam pertemuan terakhir dengan Presiden Jokowi. Namun, dia menyebut persoalan perizinan belum dibicarakan secara detail dengan Presiden Jokowi. 
"Kita disinggung sedikit, tapi tidak kita bahas secara detail. Belum lama ini. Ini sudah pernah dibicarakan sebelumnya," ujarnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: viva.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.