Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 November 2023 Waktu baca 5 menit
Industri perbankan di Indonesia terus mendapat perhatian dari investor asing, demikian laporan yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejumlah bank di Indonesia menjadi incaran investor asing untuk diakuisisi sepanjang tahun ini. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyatakan bahwa antusiasme investor asing untuk mengakuisisi bank di Indonesia cukup tinggi. Dia menekankan bahwa proses pengajuan akuisisi masih berlangsung, dan seleksi akan dilakukan terhadap beberapa pemohon.
Dian melihat bahwa minat investor asing untuk mengakuisisi bank di Indonesia dikarenakan potensinya yang besar, terutama dalam hal digitalisasi. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menunjukkan bahwa 40% dari nilai transaksi digital di Asean berasal dari Indonesia. Dia menyatakan bahwa perbankan Indonesia terbuka bagi investor asing untuk memperkuat permodalan guna mendukung pertumbuhan bank yang berkelanjutan.
Menurut Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Segara Institute, perbankan Indonesia selalu menarik bagi investor asing karena menawarkan tingkat keuntungan yang tinggi dari NIM (net interest margin) yang besar. Selain itu, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dengan bonus demografi, dan Bank Indonesia mencatat bahwa masih ada 28 juta penduduk yang belum terhubung dengan layanan perbankan.
Sejumlah bank di Indonesia telah menarik perhatian investor asing untuk berinvestasi, bahkan beberapa korporasi asing telah menjalin kemitraan strategis dengan bank-bank di Indonesia. Contohnya, KakaoBank, bank digital terbesar di Korea Selatan, telah mengakuisisi 10% saham Superbank, bank digital milik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK). Beberapa bank, seperti PT Bank Commonwealth dan PT Bank KB Bukopin Tbk., juga sedang dalam penjajakan investasi, dengan minat dari bank asal Malaysia, CIMB, dan J Trust asal Jepang.
Upaya untuk mendapatkan investor strategis baru juga terlihat pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI), yang saat ini sedang menjajaki kemungkinan mendapatkan investor strategis baru untuk menggantikan kepemilikan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Menteri BUMN Erick Tohir telah mencari investor strategis dari Arab Saudi untuk menggantikan posisi kedua bank BUMN tersebut di BSI.
Sumber: finansial.bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.