Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 22 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Ekonomi Indonesia Tetap Solid, Tantangan 2025 Siap Dihadapi. Kondisi ekonomi Indonesia tahun ini diprediksi tetap stabil di tengah tantangan global. Negara ini diyakini mampu menghadapi tahun 2025 yang penuh dinamika dan ketidakpastian.
Chief Investment Officer Insight Investments Management, Camar Remoa, mengungkapkan sejumlah hal penting terkait prospek ekonomi 2025. Dalam pernyataannya pada Senin, 20 Januari 2025, ia menyebutkan bahwa konsumsi domestik diperkirakan akan tetap terjaga berkat berbagai stimulus pemerintah, seperti peningkatan upah dan program prioritas.
"Stimulus pemerintah ini berperan dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, yang didukung pula oleh peningkatan investasi domestik. Investasi ini diproyeksikan mendapatkan momentum pada tahun ini," ujar Camar. Ia juga menyoroti adanya peluang bagi Indonesia dengan potensi pengalihan basis produksi dari China akibat kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Namun, Camar mengingatkan bahwa terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah ketidakpastian kebijakan Pemerintah AS, yang dijuluki Trump 2.0, yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Selain itu, perang dagang global dan retaliasi tarif juga diperkirakan dapat mendorong kenaikan inflasi global.
Camar juga menyoroti penurunan harga komoditas energi seperti minyak mentah dan batubara. Hal ini, menurutnya, dapat mengurangi pendapatan negara dari sektor komoditas. "Meski begitu, penurunan impor minyak mentah bisa memberikan dampak positif dengan menguatkan nilai tukar rupiah serta mengurangi subsidi energi," jelasnya.
Lebih lanjut, Camar memaparkan tiga fokus utama Insight Investments Management untuk menyongsong ekonomi tahun ini. Fokus tersebut mencakup potensi penerbitan surat berharga negara (SBN), permintaan terhadap SBN, serta strategi dan valuasi.
Ia menjelaskan bahwa penerbitan SBN tahun ini akan tetap terkendali melalui langkah-langkah strategis, sementara dukungan dari investor domestik di pasar obligasi akan membantu menjaga stabilitas. "Strategi kami mengombinasikan obligasi jangka pendek dan jangka panjang, serta fokus pada obligasi korporasi berkualitas tinggi dengan pengembalian menarik. Kami juga melakukan diversifikasi sektor untuk mengurangi risiko kredit, sembari mencari capital gain dari obligasi pemerintah guna menjaga likuiditas," tegasnya.
Dengan kombinasi berbagai upaya tersebut, Camar optimis bahwa ekonomi Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian yang mungkin terjadi di 2025.
Sumber: metrotvnews.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.