Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Setelah mendengarkan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pidatonya, Trump memutuskan untuk menunda pemberlakuan tarif baru.
Beberapa laporan mengindikasikan bahwa setiap pajak baru akan diterapkan secara lebih hati-hati. Kabar ini memberikan kelegaan besar bagi mata uang yang terpengaruh oleh perdagangan.
Menurut Investing.com, Selasa, 21 Januari 2025, imbal hasil Treasury 10 tahun turun enam basis poin menjadi 4,56 persen. Penurunan ini terjadi karena investor khawatir bahwa pemberlakuan tarif yang terlalu cepat bisa memicu lonjakan inflasi kembali.
Dalam pidato pelantikannya, Trump juga mengumumkan keadaan darurat terkait imigrasi dan energi serta kebijakan luar negeri yang lebih ekspansif, termasuk rencananya untuk menguasai Terusan Panama.
Namun, tarif hanya disebutkan secara singkat dalam pidato tersebut, sementara memo selanjutnya hanya menginstruksikan lembaga-lembaga untuk menyelidiki dan menangani defisit perdagangan yang terus meningkat.
Reaksi pasar terhadap pidato tersebut sangat cepat, dengan indeks dolar turun 1,2 persen pada perdagangan Senin, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak akhir 2023. Indeks terakhir tercatat pada 108,010, sedikit di atas level support sekitar 107,70.
Sumber: metrotvnews.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.