Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 28 May 2023 Waktu baca 5 menit
TikTok, platform populer asal Cina, diyakini akan memberikan insentif yang besar untuk menarik pengguna di Indonesia. TikTok berencana untuk bersaing dengan Shopee, Lazada, dan Tokopedia dalam memperebutkan pangsa pasar di negara ini. Dalam hal ini, analis senior di Phillip Securities Research, Jonathan Woo, mengungkapkan bahwa TikTok menghabiskan sejumlah uang yang signifikan untuk memberikan insentif kepada pembeli dan penjual. Namun, hal ini mungkin tidak berlanjut secara berkelanjutan.
Jonathan Woo memperkirakan bahwa TikTok akan menggelontorkan dana sebesar US$ 600 juta hingga US$ 800 juta per tahun sebagai insentif, yang setara dengan sekitar Rp 9 triliun hingga Rp 12 triliun. Jumlah ini mencakup sekitar 6% hingga 8% dari target nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) TikTok sebesar US$ 10 miliar pada tahun ini.
Di sisi lain, Shopee telah berhasil mengurangi pemborosan uang mereka sebesar 51,7% secara tahunan selama periode Januari hingga Maret, dengan total pengeluaran sekitar US$ 338 juta atau sekitar Rp 5 triliun.
TikTok Shop juga telah membebaskan biaya komisi bagi penjual di Singapura, dengan persyaratan pembayaran yang hanya sebesar 1%. Data dari aplikasi analisis Apptopia menunjukkan bahwa unduhan aplikasi TikTok Shop Seller Center meningkat secara signifikan di Indonesia selama setahun terakhir. Namun, TikTok Shop berencana untuk menaikkan biaya komisi di Indonesia mulai bulan Juni.
Selain itu, beberapa produk di TikTok Shop ternyata memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan Shopee. Sebagai contoh, tisu toilet empat lapis merek Nomieo dijual seharga SG$ 5,80 di TikTok Shop, sedangkan di Shopee di Singapura dijual dengan harga SG$ 16,80.
Namun, Jonathan Woo mengingatkan bahwa TikTok Shop masih dalam tahap awal dan masih memerlukan investasi yang signifikan untuk pertumbuhannya. Ia juga mencatat bahwa fitur TikTok Shop belum sekomprehensif Shopee dan Lazada. Kedua platform e-commerce ini telah berinvestasi dalam layanan logistik mereka.
Walaupun begitu, Jonathan Woo berpendapat bahwa TikTok Shop memiliki potensi untuk menjadi sebesar Shopee atau Lazada, meskipun mungkin memerlukan waktu yang cukup lama. Saat ini, GMV TikTok Shop masih jauh di bawah Shopee dan Lazada.
Pada tahun lalu, transaksi Shopee mencapai US$ 73,5 miliar, sementara Lazada mencapai US$ 21 miliar per September 2021.
Namun, data internal TikTok yang diperoleh oleh The Information menunjukkan bahwa GMV TikTok Shop meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi US$ 4,4 miliar di Asia Tenggara pada tahun 2022. Data tersebut juga mengungkapkan bahwa TikTok Shop menargetkan GMV sebesar US$ 12 miliar pada tahun ini.
Meskipun GMV TikTok Shop masih jauh di bawah Shopee dan Lazada, TikTok telah berhasil menarik pengguna melalui konten video pendek. Menurut data dari Insider Intelligence, TikTok telah menggaet 135 juta pengguna di Asia Tenggara pada bulan Mei. Di Indonesia, TikTok merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat, dengan jumlah pengguna mencapai 113 juta.
Sachin Mittal, Kepala Penelitian Sektor Telekomunikasi dan Internet di DBS Bank, menjelaskan bahwa pembelian impulsif yang dipicu oleh menonton konten merupakan keuntungan yang dimiliki oleh TikTok. Ia menambahkan bahwa Shopee mungkin dapat kehilangan sebagian pangsa pasar akibat hal ini, namun hal ini tidak berlaku bagi Lazada.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Cube Asia, konsumen TikTok di Indonesia, Thailand, dan Filipina juga mengurangi belanja di Shopee sebesar 51%, di Lazada sebesar 45%, dan belanja offline sebesar 38%.
Sumber: Katadata.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.