Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 May 2023 Waktu baca 5 menit
Pusat Transportasi Terpadu (ITC) dari Kementerian Kota dan Transportasi Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi telah menjalin dua perjanjian penting dengan Google. Inisiatif ini menunjukkan upaya serius UEA dalam memajukan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu prioritas utama negara tersebut dalam bidang penelitian dan keberlanjutan.
Dalam acara yang diadakan di Mohamed Bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI), ITC mengumumkan peluncuran dua inisiatif penting, di antaranya adalah Proyek Green Light yang menarik perhatian. Proyek ini merupakan sistem analitik yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengumpulkan dan menganalisis data lalu lintas di persimpangan jalan. Dengan menggunakan teknologi ini, Proyek Green Light memberikan rekomendasi yang dapat meningkatkan efisiensi lampu lalu lintas di emirat, dengan tujuan utama untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan emisi CO2 yang berdampak pada lingkungan kita. Kementerian Kota dan Transportasi Uni Emirat Arab mengungkapkan informasi ini yang dilansir oleh Gulf Today pada Jumat, 26 Mei 2023.
Inisiatif kedua yang diluncurkan adalah Platform AI Google yang akan dimanfaatkan untuk menganalisis data besar yang dihasilkan oleh Google Maps. Dengan memanfaatkan teknologi ini, ITC dapat memperkirakan lalu lintas, memprediksi kemacetan lalu lintas, dan mengembangkan rencana proaktif untuk meminimalkannya.
Dalam kolaborasi ini, ITC juga akan menerima data real-time yang akurat mengenai status kecelakaan dan kemacetan lalu lintas dari Google Maps. Ini merupakan langkah yang sangat penting dalam upaya meningkatkan keamanan jalan dan mengurangi kemacetan di emirat ini.
Mohamed Hussain Karmastaji, Direktur Eksekutif Sektor ITS ITC, dan Philipp Schindler, SVP & Chief Business Officer dari Google, merupakan tokoh penting yang menandatangani perjanjian ini. Dalam perjanjian ini, mereka berkomitmen untuk bekerja sama dalam proyek yang memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan (AI) dengan cara yang meningkatkan kualitas hidup di Emirat Abu Dhabi.
Tujuan kolaborasi ini adalah untuk berkontribusi dalam mengurangi polusi dan meningkatkan kesejahteraan penduduk secara keseluruhan melalui perancangan, perencanaan, serta penerapan solusi transportasi dan mobilitas inovatif yang memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan.
Komentar dari Karmastaji mengenai kolaborasi ini sangatlah menarik. Menurutnya, berkolaborasi dengan Google akan memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengguna jalan secara real-time. Proyek Green Light adalah proyek percontohan yang bertujuan untuk mengembangkan alat kecerdasan buatan (AI) guna mengumpulkan data penting tentang kondisi lalu lintas di persimpangan jalan. Dengan alat ini, diharapkan efisiensi lampu lalu lintas dapat dioptimalkan secara otomatis. Hal ini akan membantu mengurangi titik-titik kemacetan lalu lintas dan pada gilirannya meningkatkan kualitas udara di seluruh emirat dengan menurunkan emisi karbon.
Kementerian Kota dan Transportasi Uni Emirat Arab mengungkapkan bahwa melalui kemitraan berkelanjutan seperti ini dengan badan pemerintah, mitra sektor swasta, dan pemangku kepentingan masyarakat, mereka sedang membentuk masa depan di mana kemacetan lalu lintas diminimalkan, kualitas udara ditingkatkan, dan perkembangan kota berjalan sejalan dengan lingkungan sekitarnya.
Melalui peluncuran alat kecerdasan buatan baru ini, langkah signifikan telah diambil untuk meningkatkan pengalaman perjalanan sehari-hari bagi penduduk. Kementerian ini sangat optimis dengan dampak positif yang akan terjadi di kota ini, dan mereka berharap dapat bekerja sama dengan para pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan sistem transportasi cerdas yang berkelanjutan.
Karan Bhatia, Wakil Presiden untuk Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik di Google, juga memberikan komentarnya mengenai kolaborasi ini. Menurutnya, membangun kecerdasan buatan secara bertanggung jawab harus menjadi upaya kolektif yang melibatkan peneliti, ilmuwan sosial, pakar industri, pemerintah, dan masyarakat.
Bhatia menegaskan bahwa masih banyak hal yang dapat mereka capai dan banyak tantangan yang harus mereka selesaikan bersama. Ia juga mengungkapkan kegembiraannya dapat berkolaborasi dengan mitra di UEA dalam penelitian yang akan meningkatkan representasi bahasa Arab dalam kecerdasan buatan (AI) seiring dengan upaya mereka dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
Sumber: Medcom.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.