Donald Trump Umumkan Proyek Rp 8.159 Triliun, Intip Rencana Megastrukturnya!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 23 January 2025 Waktu baca 5 menit

Presiden AS Trump berbicara di Ruang Roosevelt diapit oleh Masayoshi Son (2L), Chairman dan CEO SoftBank Group Corp, Larry Ellison (2R), Executive Charmain Oracle, dan Sam Altman (R), CEO Open AI di Gedung Putih pada tanggal 21 Januari 2025, di Washington

DIGIVESTASI - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 500 miliar (setara Rp 8.159 triliun) untuk pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sebagai upaya untuk bersaing dengan negara-negara lain, terutama China. Investasi ini didukung oleh sejumlah perusahaan besar, termasuk pencipta ChatGPT, OpenAI, SoftBank, dan Oracle. Ketiga perusahaan tersebut membentuk perusahaan patungan bernama Stargate yang bertujuan untuk membangun kompleks data center dan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja.

 

Stargate berencana untuk mengalokasikan modal sebesar US$ 100 miliar dalam waktu dekat, sementara sisa dana akan disalurkan secara bertahap selama empat tahun ke depan. Dalam pengumuman ini, CEO SoftBank Masayoshi Son, CEO OpenAI Sam Altman, dan pendiri Oracle Larry Ellison turut mendampingi Trump.

 

Proyek pertama Stargate telah dimulai di Texas, di mana Ellison menyatakan bahwa 20 data center akan dibangun, masing-masing dengan luas 4,6 hektare. Setiap pusat data ini diharapkan dapat memanfaatkan teknologi AI untuk menganalisis rekam medis dan membantu dokter dalam perawatan pasien.

 

"Jika Anda tidak menang, kami tidak akan memutuskan untuk melakukan ini," ujar Son kepada Trump, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Altman pun memberikan pujian, dengan mengatakan, "AGI bisa dibangun di sini, dan kami tidak akan dapat melakukannya tanpa Anda, Presiden."

 

Rencana mengenai proyek Stargate sebenarnya sudah sempat dilaporkan oleh The Information pada Maret 2024, yang menyebutkan bahwa OpenAI dan Microsoft sedang mempertimbangkan proyek data center senilai US$ 100 miliar, termasuk superkomputer AI bernama Stargate yang direncanakan akan diluncurkan pada 2028.

 

Selain itu, Trump juga sebelumnya membatalkan kebijakan AI yang dicanangkan oleh pemerintahan Joe Biden, yang bertujuan untuk mengurangi risiko AI terhadap konsumen, pekerja, dan keamanan nasional.

 

Karena AI membutuhkan energi besar, proyek ini juga akan melibatkan data center yang dilengkapi dengan ribuan chip AI yang saling terhubung. Trump menegaskan, "Mereka harus menghasilkan listrik dalam jumlah besar, dan kami mewujudkan hal itu dengan memberi mereka kemampuan untuk memproduksi listrik sendiri melalui pembangkit yang mereka miliki, jika diperlukan."


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.