Demo Damai atau Kerusuhan? Taruhannya Ekonomi Indonesia!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 30 August 2025 Waktu baca 5 menit

Suasana demo tolak Omnibus Law, di Jakarta, Selasa (13/10). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Pemerintah memberikan tanggapan resmi terkait demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Kamis dan Jumat (28–29 Agustus) yang sempat mengguncang Jakarta. Situasi ini diharapkan tidak berlangsung lama agar tidak mengganggu laju perekonomian nasional.

 

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto sudah tegas: masyarakat diminta tetap tenang, sementara seluruh aspirasi akan dicatat serta ditindaklanjuti oleh pemerintah.

 

“Kami berharap ini membawa dampak positif dan perkembangan di lapangan tetap terkendali serta kondusif, sehingga tidak menimbulkan pengaruh lebih jauh terhadap perekonomian,” ujar Susi saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

 

Terkait pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah, Susi menilai hal tersebut merupakan reaksi wajar terhadap situasi terkini, mengingat stabilitas merupakan faktor penting bagi para investor. Ia menekankan perlunya perbaikan kondisi agar stimulus ekonomi yang sudah dikeluarkan pemerintah dapat memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025.

 

“Sesuai target kami, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ditargetkan lebih tinggi, sementara waktunya hanya tersisa satu bulan lagi, yakni September. Kami akan memastikan program stimulus ekonomi berjalan optimal agar berkontribusi positif pada pertumbuhan di kuartal tersebut,” tambahnya.

 

Kerusuhan dipicu oleh aksi demonstrasi sejak Kamis dan berlanjut hingga Jumat setelah seorang pengemudi ojek online tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa ini memicu gelombang kecaman terhadap tindakan represif aparat.

 

Susiwijono menambahkan bahwa ketidakpastian politik dan keamanan dikhawatirkan dapat merusak iklim investasi. Pasar keuangan domestik sudah merespons dengan pelemahan, sementara para pelaku usaha mengharapkan kepastian situasi agar distribusi barang dan aktivitas produksi tetap berjalan lancar.

 

“Stabilitas politik dan keamanan sangat penting bagi investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jangan sampai kondisi ini memengaruhi pandangan mereka terhadap daya saing ekonomi Indonesia,” tegas Susi.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.