China Investigasi Foxconn, Menyebabkan Anjloknya Bursa Asia

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 October 2023 Waktu baca 5 menit

Pemerintah China kembali membuat kekhawatiran investor asing dengan serangkaian penangkapan eksekutif perusahaan besar dan penyelidikan terhadap Foxconn Technology Group, mitra utama Apple Inc. Akibatnya, bursa saham Asia merespons dengan negatif.

 

Selama akhir pekan, media pemerintah China melaporkan bahwa regulator sedang melakukan audit pajak dan meninjau penggunaan lahan oleh Foxconn, perusahaan Taiwan yang memproduksi sebagian besar iPhone di pabriknya di Tiongkok.

 

Perusahaan induk Foxconn, yaitu Hon Hai Precision Industry Co., mengumumkan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan ini.

 

Sementara itu, seorang eksekutif dan dua mantan karyawan dari WPP Plc, salah satu perusahaan periklanan terbesar di dunia, telah ditangkap di Tiongkok. Otoritas China juga telah menahan seorang pegawai lokal di perusahaan perdagangan logam Jepang pada Maret 2023. Bulan ini, seorang eksekutif Astellas Pharma Inc. juga didakwa atas dugaan spionase.

 

Akibat berita ini, saham Hon Hai, anak perusahaan utama Foxconn, mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari tiga bulan pada perdagangan Senin. Foxconn Industrial Internet Co., anak perusahaan Foxconn yang terdaftar di Bursa Efek Shanghai, mengalami penurunan 10%, yang merupakan kerugian terbesar yang pernah tercatat. Di sisi lain, saham Luxshare Precision Industry Co., pesaing Foxconn yang berbasis di Tiongkok, menguat sebanyak 4,9%.

 

Pemerintah China seringkali tidak memberikan penjelasan terbuka mengenai tindakan regulatornya, sehingga membuat perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut merasa was-was. Situasi ini semakin meningkatkan ketidakpastian di kalangan elit bisnis asing.

 

Ketika China menghadapi krisis perumahan dan berusaha mendukung sektor swasta, pendekatan yang tidak jelas terhadap pengawasan ekonomi telah menciptakan kekhawatiran di kalangan eksekutif asing. Hal ini juga merusak persepsi mengenai pengelolaan ekonomi oleh Partai Komunis Tiongkok.

 

Langkah-langkah keras terhadap industri teknologi, seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Jack Ma, telah menambah ketidakpastian di pasar.

 

Foxconn, sebagai salah satu perusahaan terbesar dan strategis di Tiongkok, menjadi sorotan yang mengejutkan dalam penyelidikan ini. Perusahaan ini telah menjadi pilar pertumbuhan Tiongkok dalam industri manufaktur berteknologi tinggi dan menjadi simbol peluang bagi perusahaan lain di negara tersebut.

 

Kunjungan CEO Apple, Tim Cook, ke China baru-baru ini menunjukkan upaya Apple untuk mendukung kerja sama yang saling menguntungkan. Namun, langkah Beijing yang melarang staf di lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara menggunakan iPhone menciptakan ketegangan.

 

Meskipun kebijakan pemerintah China seringkali tidak jelas, penyelidikan terkait pajak dan penggunaan lahan Foxconn mengundang kekhawatiran di pasar.

 

Investigasi ini dapat juga menjadi bagian dari dinamika politik terkait pemilihan presiden Taiwan, yang memengaruhi hubungan antara Taiwan dan Tiongkok daratan.

 

Sebagai tambahan, pasar saham China juga mengalami penurunan akibat tantangan ekonomi dan penurunan ekspor akibat suku bunga global yang tinggi. Indeks Hang Seng Tech, yang melacak perusahaan terdaftar Tiongkok, telah turun sebanyak 11,3% tahun ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.