BRI Hapus Kredit Macet UMKM Terdampak Covid-19 Sebesar Rp24 T

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 October 2023 Waktu baca 5 menit

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Sunarso, menyatakan bahwa perusahaan telah menghapus kredit macet sebesar Rp24 triliun yang diterbitkan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi COVID-19. Sunarso menjelaskan bahwa untuk tujuan tersebut, mereka memutuskan untuk tidak mengambil seluruh margin atau keuntungan besar BRI sebagai laba.

 

"Ikhtisar cadangan kita saat ini mencapai 228 persen, yang masih lebih dari cukup. Mengapa ini turun dari 260? Ya, untuk mengcover biaya penghapusan kredit macet UMKM sebesar Rp24 triliun, tanpa meminta bantuan dari Pak Arya Sinulingga (Kementerian BUMN)," katanya dalam acara Ngopi BUMN pada Kamis (26/10).

 

Sunarso menjelaskan bahwa penghapusan kredit tersebut tidak memengaruhi laba BRI, yang terlihat dari laba BRI mencapai Rp44 triliun pada kuartal III tahun ini. Laba tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan aset BRI yang meningkat sebesar 9,93 persen (year on year/yoy) menjadi Rp1.851,97 triliun pada kuartal III tahun 2023.

 

Sunarso menyatakan bahwa kinerja ini terutama didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit BRI yang tumbuh dua digit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan dana murah, kualitas kredit yang terjaga, serta peningkatan proporsi pendapatan berbasis fee dalam keseluruhan pendapatan BRI.

 

Dari segi fungsi perantara, ia menyebutkan bahwa penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,53 persen (yoy) menjadi Rp1.250,72 triliun hingga akhir September 2023.

 

"Capaian ini masih sesuai dengan proyeksi BRI, di mana perusahaan menargetkan pertumbuhan kredit antara 10 hingga 12 persen (yoy) hingga akhir tahun ini," ungkap Sunarso dalam keterangan resmi pada Rabu (25/10).

 

Dia juga menambahkan bahwa semua segmen kredit BRI mencatat pertumbuhan yang positif. Secara khusus, penyaluran kredit kepada UMKM tumbuh sebesar 11,01 persen dari Rp935,86 triliun menjadi Rp1.038,90 triliun pada akhir Kuartal III tahun 2023. Oleh karena itu, porsi kredit UMKM dalam total kredit mencapai 83,06 persen.

 

Dari segi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatatkan total sebesar Rp1.290,29 triliun atau tumbuh sebesar 13,21% (yoy).

"Penopang utama DPK BRI masih berasal dari dana murah (CASA) dengan porsi mencapai 63,64 persen atau sebesar Rp821,14 triliun," kata Sunarso.

Sumber: cnnindonesia

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.