Bappenas: Pertumbuhan Penduduk Melambat, Indonesia Tidak Lagi Keempat Terbesar Dunia pada 2045

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 16 May 2023 Waktu baca 5 menit

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, baru-baru ini mengungkapkan proyeksi penduduk Indonesia untuk periode 2020-2045. Menurutnya, pertumbuhan penduduk Indonesia akan terus melambat, terutama mulai tahun 2030.

 

Pada tahun 2020, Indonesia masih menduduki peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Namun, pada tahun 2045, Indonesia diprediksi akan turun ke peringkat keenam karena pertumbuhan penduduknya melambat sejak tahun 2030-an. Hal ini diungkapkan oleh Suharso Monoarfa di Jakarta Convention Center pada Selasa, 16 Mei 2023.

 

Proyeksi penduduk Indonesia 2020-2050 ini dilakukan oleh Bappenas bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut prediksi Bappenas, pada tahun 2045, posisi keempat dan kelima akan diisi oleh Nigeria dan Pakistan.

 

Proyeksi penduduk ini didasarkan pada tiga skenario. Pertama, skenario tren bisnis seperti biasa tanpa adanya kebijakan khusus. Hasilnya, menurut Suharso, angka kelahiran total terus menurun hingga mencapai 1,9 pada tahun 2045. Ini disertai dengan angka kematian bayi mencapai 7,85.

 

Skenario kedua adalah skenario moderat dengan target menjaga angka kelahiran total pada 2,0. Sedangkan angka kematian bayi berada di angka 5,8.

 

Terakhir, skenario optimis. Dalam skenario ini, Indonesia menargetkan harapan hidup sebesar 80 tahun, sejajar dengan negara maju lainnya. Angka kelahiran total dalam skenario optimis dijaga pada angka 2,0, sementara angka kematian bayi mencapai 4,2.

 

Sementara itu, hasil proyeksi dengan skenario tren bisnis seperti biasa menunjukkan bahwa jumlah penduduk pada tahun 2045 akan mencapai 324 juta orang, meningkat sebesar 54,42 juta orang dibandingkan dengan tahun 2020.

 

Bappenas dan BPS mencatat bahwa pertumbuhan penduduk pada periode 2020-2045 rata-rata sebesar 0,67 persen setiap tahunnya. Angka ini terus melambat setiap tahun.

 

Proporsi penduduk usia 0-14 tahun tercatat mengalami penurunan dari 24,56 persen pada tahun 2020 menjadi 19,61 persen pada tahun 2045. Sementara itu, penduduk usia 65 tahun ke atas meningkat sebesar 6,16 persen menjadi 14,61 persen pada tahun 2045.

 

Menurut Suharso, saat ini struktur penduduk mengalami perubahan yang sangat cepat. Pada tahun 2023, India menggantikan Tiongkok sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak. Diperkirakan bahwa Tiongkok sudah mengalami pertumbuhan penduduk negatif sejak 2021

 

Sumber: TEMPO.CO

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.