Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 26 October 2023 Waktu baca 5 menit
McDonald's, sebagai salah satu rantai restoran cepat saji paling terkenal di dunia, telah berhasil memperluas cakupannya ke berbagai penjuru planet. Dibandingkan dengan kompetitornya, McDonald's mencatatkan rekor dengan lebih dari 40 ribu gerai di seluruh dunia. Namun, ada beberapa negara yang secara tegas melarang McDonald's hadir di wilayah mereka. Inilah beberapa di antaranya:
Bermuda
Sebelum dinyatakan ilegal, satu gerai McDonald's sempat berdiri di Bermuda hingga tahun 1995. Namun, kini tidak ada satupun gerai McDonald's di negara kecil ini. Bermuda memiliki undang-undang yang melarang restoran cepat saji asing sejak tahun 1970-an. Meski McDonald's sempat beroperasi di Pangkalan Udara Angkatan Laut Amerika Serikat di Bermuda pada 1985, gerai ini akhirnya harus ditutup pada tahun 1995 setelah pangkalan tersebut ditutup.
Iran
Hubungan yang tegang antara Iran dan Amerika Serikat selama puluhan tahun telah membuat McDonald's, yang berasal dari AS, dinyatakan ilegal di Iran sejak tahun 1979. Ironisnya, Iran menciptakan alternatifnya dengan merilis "Mash Donald's."
Makedonia
Makedonia adalah negara kecil di Semenanjung Balkan, Eropa Selatan, yang melarang McDonald's. Pada satu titik, McDonald's memiliki tujuh gerai di Makedonia, beberapa di antaranya berada di ibu kota negara, Skopje. Namun, pada tahun 2013, kelompok waralaba McDonald's ditemukan tidak memiliki lisensi resmi, dan akibatnya, semua gerai McDonald's di Makedonia ditutup. Sejak saat itu, pemerintah Makedonia memutuskan untuk tidak lagi bekerja sama dengan McDonald's.
Yaman
Kondisi ekonomi yang tidak stabil di Yaman membuat McDonald's enggan membuka gerai di negara tersebut. Ancaman dari kelompok ekstremis di Yaman juga menjadi faktor yang membuat McDonald's menjauhi negara Timur Tengah ini.
Korea Utara
Korea Utara di bawah pimpinan Kim Jong Un telah lama membatasi pengaruh luar negeri, termasuk restoran cepat saji ikonik seperti McDonald's. Namun, laporan menyebutkan bahwa beberapa elit pemerintah Korea Utara berhasil menyelundupkan McDonald's dari Korea Selatan sebagai konsumsi pribadi.
Zimbabwe
Pada tahun 2000, McDonald's mencoba memperkenalkan mereknya di Zimbabwe ketika negara itu menghadapi krisis ekonomi yang serius. Namun, McDonald's International Franchising menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana konkrit untuk membuka gerai di sebagian besar negara-negara Afrika.
Islandia
McDonald's menghadapi kesulitan di Islandia pada tahun 2009 karena krisis ekonomi besar dan tarif impor yang tinggi untuk daging, salah satu bahan baku utama perusahaan. Pemerintah Islandia juga dikabarkan tidak mendukung keberadaan McDonald's karena Islandia sangat memperhatikan isu kesehatan. Meski begitu, beredar kabar bahwa McDonald's sedang mempertimbangkan untuk kembali membuka gerai di negara tersebut.
Bolivia
Berbeda dari negara lainnya, McDonald's memutuskan untuk menarik diri dari Bolivia, meskipun tidak secara langsung dilarang oleh pemerintah. Ini terjadi pada tahun 2002 karena penjualan yang rendah. Penduduk Bolivia disebut tidak tertarik membeli produk burger dari perusahaan asing. Bahkan, Presiden Bolivia saat itu menegaskan bahwa McDonald's hanya peduli pada keuntungan perusahaan dan tidak memperhatikan kesehatan masyarakat.
Meskipun McDonald's merajai pasar cepat saji di banyak negara, ada negara-negara di mana restoran ini tidak memiliki peluang untuk membuka gerainya, baik karena alasan hukum, politik, atau budaya.
Sumber: CNBC Indonesia
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.