Viral! Peternak Pasuruan Terpaksa Buang Susu Sapi Panen Melimpah, Ini Penyebab Mengejutkannya

Berita Terkini - Diposting pada 09 November 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Seorang peternak sekaligus pengepul susu sapi asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Bayu Aji Handayanto, menjadi viral setelah membuang susu hasil panennya. Langkah ini dilakukan karena ia menilai pihak industri yang menjalin kontrak dengan para pengepul tidak lagi berkomitmen penuh. Padahal, mereka telah menjalin kerjasama dengan sebuah pabrik susu di Jakarta selama 10 tahun.

 

Bayu mengungkapkan bahwa sejak akhir September 2024, para peternak, yang mayoritas berasal dari desa, menjual susu hasil panen mereka ke koperasi atau pengepul. Namun, menurutnya, sejak bulan tersebut hingga kini, pabrik-pabrik sering kali memberikan alasan yang membuat pengepul harus membatasi jumlah susu yang masuk. Jika susu tidak laku, Bayu terpaksa menolak pengiriman dari peternak, sehingga susu harus dibuang.

 

Bayu menjelaskan bahwa susu yang dibuangnya adalah susu segar yang hanya memiliki daya tahan selama 48 jam, yang biasanya diproses menjadi susu ultra-high temperature (UHT) dan pasteurisasi. Jumlah susu yang harus dibuang sangat besar, mencapai ratusan ton, sehingga sulit untuk disalurkan ke masyarakat.

 

Protes Peternak Pasuruan dengan Aksi Pembuangan Susu
Aksi protes yang dilakukan Bayu ini merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap pihak industri susu yang dianggap tidak lagi berkomitmen terhadap kontrak yang telah berjalan lama. Sejak akhir September 2024, peternak telah menjual susu mereka melalui pengepul, namun belakangan ini pabrik sering kali mencari alasan untuk menolak atau membatasi penerimaan susu.

 

Akibatnya, para pengepul, termasuk Bayu, harus membuang susu yang tidak laku, karena tidak dapat disimpan lebih dari 48 jam. Bayu juga menyebutkan bahwa upaya untuk menyalurkan susu kepada masyarakat sulit dilakukan karena jumlahnya yang terlalu besar.

 

Bayu menjelaskan bahwa pembatasan kuota dari pabrik awalnya diklaim karena alasan perbaikan mesin, namun belakangan dijelaskan bahwa pasar sedang lesu. Meski demikian, pabrik tersebut tetap menggunakan susu impor sebagai bahan baku, meskipun harga susu impor dan lokal sebenarnya sama. 

 

Menurut Bayu, pembatasan ini tidak hanya terjadi di satu pabrik, tetapi juga di banyak pabrik susu lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Fenomena pembuangan susu ini telah menyebar di seluruh Pulau Jawa. Bayu bahkan memiliki bukti video yang menunjukkan hal tersebut, meski banyak peternak lain yang belum berani berbicara terbuka karena terkait dengan program susu gratis yang sering dipromosikan pemerintah.

 

Bayu berharap adanya perhatian terhadap masalah ini, terutama dalam hal penggunaan susu lokal yang seharusnya bisa mendukung produksi dalam negeri tanpa harus mengandalkan bahan baku impor.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.