Vietnam Kalahkan Indonesia Jadi Raja Durian Dunia, Begini Rasanya Durian Vietnam yang Terkenal!

Berita Terkini - Diposting pada 19 January 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi buah durian

DIGIVESTASI - Vietnam kini menjadi pemimpin baru dalam pasar durian global dengan nilai ekspor yang diperkirakan mencapai 3,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 54 triliun) pada tahun 2024, menurut laporan terbaru CNBC. Peningkatan signifikan tersebut mencerminkan lonjakan ekspor yang mencapai 7,8 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2022.

 

Laporan dari Strait Times pada Kamis, 16 Januari 2025, menyebutkan bahwa durian Vietnam kini mencakup hampir 50 persen dari total pengiriman buah dan sayur negara tersebut. Keberhasilan ini terutama dipicu oleh permintaan tinggi dari pasar China, di mana durian dipandang sebagai buah mewah yang juga digunakan sebagai bahan masakan kreatif.

 

Pada November 2024, impor durian China mencapai 1,53 juta ton, dengan nilai 6,83 miliar dolar AS (sekitar Rp 111 triliun), mencatatkan kenaikan 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Vietnam berhasil merebut 47 persen dari pasar ekspor durian China, mengalahkan Thailand.

 

Durian kini menjadi tren di kalangan kalangan kelas menengah di China, dengan munculnya produk-produk inovatif seperti hot pot durian, roti durian, dan menu prasmanan yang mengusung tema durian. Vietnam berhasil memanfaatkan tren ini dengan menyediakan durian berkualitas tinggi secara konsisten sepanjang tahun untuk memenuhi permintaan pasar premium.

 

Sementara itu, Indonesia masih kesulitan untuk bersaing. Ekspor durian Indonesia pada 2023 tercatat hanya sebesar 1,07 juta dolar AS (sekitar Rp 17,5 miliar), jauh tertinggal dibandingkan Vietnam. CNBC mencatat keberhasilan Vietnam berkat strategi komprehensif yang mencakup peningkatan kualitas, inovasi teknologi, dan ekspansi pasar internasional.

 

Vietnam juga telah memanfaatkan lebih dari 150 ribu hektare lahan budidaya durian, terutama di Delta Mekong dan wilayah dataran tinggi, untuk memastikan ketersediaan durian berkualitas tinggi. Kesepakatan perdagangan yang dilakukan pada 2022 dengan China melalui protokol ekspor semakin mengokohkan posisi Vietnam.

 

Dengan langkah-langkah seperti penerapan standar keamanan pangan ketat, pelacakan produk, serta penggunaan teknologi pembekuan modern, Vietnam kini menunjukkan bagaimana kebijakan strategis dapat mengubah produk pertanian lokal menjadi komoditas global yang bernilai tinggi.

 

Durian Vietnam sendiri dikenal dengan rasa khasnya, dan pohon durian di negara ini bisa mencapai tinggi 40 meter dengan buah yang besar dan berduri, seberat hingga lima kilogram, serta daging buah berwarna kuning keemasan.

Beberapa varian durian terkenal di Vietnam antara lain:

  1. Durian Ri6 - Ditanam di Vinh Long, Cai Mon, dan Ben Tre, durian ini dikenal dengan aromanya yang khas, dagingnya yang tebal, bijinya kecil, dan rasa manis yang kaya.

  2. Durian Chuong Bo - Tumbuh di wilayah Barat Daya, durian ini lebih kecil dengan kulit kehijauan dan duri besar, dagingnya lembut dan manis, menjadikannya berbeda dari jenis durian lainnya.

 

Vietnam juga menanam durian Musang King, yang dikenal premium dan sering disebut "raja durian," serta durian merah yang berasal dari Malaysia dan memiliki daging berwarna merah dengan rasa unik yang menyerupai cokelat hitam.

 

Durian Cai Mon, yang berasal dari provinsi Ben Tre di Delta Mekong, juga diakui sebagai salah satu yang terbaik di Vietnam, dengan rasa manis, daging tebal, dan sedikit biji. Buah ini dipanen antara Juni dan September dan dijual luas di seluruh Delta Mekong dan Ho Chi Minh City.

 

Sebagai bagian dari upaya promosi, pada Agustus 2024, wisatawan di Provinsi Dak Lak diberikan kesempatan untuk menikmati durian gratis di festival lokal. Festival yang berlangsung dari 30 Agustus hingga 2 September 2024 ini menawarkan tur ke kebun durian terbesar di Vietnam, yang mencakup lebih dari 32 ribu hektare.

 

Krong Pac, distrik yang memiliki sekitar delapan ribu hektare kebun durian, menggelar acara ini dan menyediakan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat langsung proses penanaman dan pemanenan durian serta berpartisipasi dalam kegiatan budaya suku minoritas setempat. Pada edisi pertama festival yang digelar pada 2022, acara ini menarik 60 ribu pengunjung, baik domestik maupun mancanegara.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.