Tren Inflasi: Lebih Terkendali di Era Jokowi atau SBY?

Berita Terkini - Diposting pada 12 August 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Menjelang akhir masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang hampir mencapai 10 tahun, inflasi pada Juli 2024 tercatat sebesar 0,89% (year-to-date/YtD) atau 2,13% (year-on-year/YoY). Angka ini masih berada di bawah target inflasi Bank Indonesia untuk tahun 2024, yaitu 2,5%±1%. Indeks Harga Konsumen (IHK) digunakan sebagai indikator utama untuk mengukur inflasi dan memantau kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Berdasarkan data selama 10 tahun terakhir, inflasi tahunan tertinggi terjadi pada tahun 2022, di masa transisi dari pandemi Covid-19 ke endemi, dengan angka mencapai 5,51% (YoY).

 

Peningkatan inflasi pada tahun 2022 dipicu oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan Jokowi pada September 2022. Harga Pertalite naik sebesar 30,72%, solar sebesar 32,04%, dan Pertamax sebesar 16%. Akibatnya, inflasi meningkat tajam dari 1,87% pada tahun 2021. Inflasi tahun 2022 tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal masa kepemimpinan Jokowi pada tahun 2014.

 

Pada periode pertama pemerintahan Jokowi, inflasi cenderung stabil di rata-rata 3%. Menjelang periode kedua, atau pada tahun 2019, inflasi bahkan berhasil turun ke level 2,72% untuk keseluruhan tahun. Hal ini berbeda dengan tren inflasi pada masa Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang cenderung fluktuatif dan sempat mencapai dua digit. SBY mewarisi inflasi sebesar 6,4% pada tahun 2004. Pada tahun pertama pemerintahannya, inflasi melonjak menjadi 17,11% pada tahun 2005, akibat kebijakan kenaikan harga BBM pada Maret 2005.

 

Kenaikan harga BBM tersebut berdampak signifikan, dengan inflasi bulanan pada Oktober 2005 mencapai 17,89% dari bulan sebelumnya yang sebesar 9,06%. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dominan selama bulan tersebut termasuk bensin, minyak tanah, solar, serta angkutan antar kota dan dalam kota. Namun, inflasi tahunan pada 2006 dan 2007 kemudian mereda ke level 6%, sebelum kembali melonjak pada tahun 2008 menjadi 11,06% yang bersamaan dengan krisis keuangan global. Selama masa kepemimpinan SBY, inflasi hanya tercatat di bawah 5% sebanyak tiga kali, yaitu pada 2009 sebesar 2,78%, pada 2011 sebesar 3,79%, dan pada 2012 sebesar 4,3%. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 2014, SBY membukukan inflasi di angka 8,36%.

Inflasi Indonesia 2004—2023
Era SBY dan Jokowi

 


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.