Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Saham News - Diposting pada 12 August 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Harga emas mengalami sedikit penurunan menjelang rilis data ekonomi AS yang dijadwalkan pekan ini. Para pelaku pasar mengamati apakah data tersebut akan memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan segera beralih ke kebijakan pelonggaran moneter. Berdasarkan laporan Bloomberg pada Senin (12/8/2024), harga emas di pasar Spot turun tipis 0,10% ke level US$2.428,92 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex juga tercatat melemah 0,23% ke posisi US$2.467,80 per troy ounce. Emas batangan diperdagangkan mendekati US$2.430 per ons di Asia setelah mengalami penurunan sebesar 0,5% sepanjang pekan lalu.
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan indeks harga konsumen yang akan diumumkan pada hari Rabu, di mana angka tersebut diperkirakan naik 0,2% dari bulan Juni. Meski demikian, pergerakan ini diprediksi tidak akan mempengaruhi rencana The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan bulan depan, karena bank sentral juga mempertimbangkan untuk menghindari risiko resesi.
Gubernur The Fed, Michelle Bowman, pada Sabtu pekan lalu mengungkapkan bahwa ia masih melihat adanya risiko inflasi yang lebih tinggi serta berlanjutnya kekuatan di pasar tenaga kerja. Kenaikan biaya pinjaman biasanya berdampak negatif pada logam mulia, karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Data terbaru dari Commodity Futures Trading Commission (Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi) menunjukkan bahwa lembaga dana lindung nilai (hedge fund) yang memperdagangkan emas Comex berjangka telah mengurangi posisi bullish mereka pada emas, mencapai level terendah dalam lima minggu terakhir.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah meningkat sekitar 18% dan masih mendekati rekor tertingginya yang tercapai bulan lalu. Harga logam mulia ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga, pembelian kuat dari bank sentral, permintaan yang tinggi dari konsumen China, serta peningkatan pembelian aset safe haven akibat konflik di Timur Tengah dan Ukraina. Sementara itu, harga perak di pasar Comex tercatat turun 0,5% ke level US$27,45 per troy ounce, sedangkan harga platinum juga melemah 0,33% ke posisi US$922,39 per troy ounce.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.