Tesla Kembali PHK: 601 Karyawan Terkena Dampak

Berita Terkini - Diposting pada 16 May 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Perusahaan mobil dan penyimpanan energi Amerika, Tesla, kembali melakukan  PHK (PHK). PHK kali ini menyasar 601 karyawan di California.  PHK ini menambah daftar panjang pengurangan tenaga kerja yang dilakukan perusahaan selama sebulan terakhir.

 

Alasannya selalu sama, yaitu menurunnya penjualan dan persaingan harga di pasar. Dilansir  Reuters, Rabu (15 Mei), rencana PHK terbaru ini secara khusus akan berdampak pada karyawan di fasilitas Tesla di Palo Alto dan Fremont, California. PHK akan dimulai selama  14 hari mulai 20 Juni 2024. 


Tesla sebenarnya aktif melakukan perampingan struktur karyawan di dalam perusahaan. Pada pertengahan April, CEO Tesla Elon Musk mengatakan perusahaannya akan memberhentikan lebih dari 10% tenaga kerjanya di seluruh dunia. 
Jumlah total karyawan Tesla akan mencapai 140.000 pada akhir tahun 2023.  

 

Sebelum PHK  di California, Tesla memperingatkan bahwa mereka akan memangkas staf di departemen perangkat lunak, layanan, dan tekniknya. Ini bukan pertama kalinya Tesla memberhentikan karyawannya. Bulan lalu, Tesla mengungkapkan rencana  untuk memberhentikan lebih dari 6.700 karyawan di  pabriknya, termasuk di Texas, Nevada, New York dan California. 

 

Dengan kebijakan tersebut, pada tahun ini, Elon Musk dan kawan-kawan telah memecat lebih dari 35.000 pekerja, termasuk pejabat senior seperti Drew Baglino dan Rohan Patel dari departemen operasi, kata Rebecca Tinucci, direktur senior kepala pengisian Tesla, dan Daniel, kepala bagian operasional. pengisian daya. Program pengembangan Tesla. Danau. 

 

Coded Issuer (TSLA.O)  bulan lalu memperkirakan akan menghabiskan lebih dari $350 juta, atau sekitar Rp 5,6 triliun (dengan asumsi nilai tukar 16.052 rupee per dolar AS), untuk membayar subsidi yang dihentikan akibat serangkaian PHK massal. hingga kuartal kedua. 

 

Mereka saat ini menghadapi berbagai situasi sulit seperti penurunan penjualan dan perang harga yang sengit akibat lambatnya adopsi kendaraan listrik di seluruh dunia. Kenaikan suku bunga global diketahui menjadi salah satu alasan mengapa transisi ke kendaraan listrik (EV)  semakin lambat. Beberapa analis percaya bahwa Tesla ingin fokus pada transportasi otomatis, seperti perangkat lunak mobil self-driving, layanan robotaxis, dan robot humanoid  (robot yang meniru perilaku manusia).


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.