Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 19 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Presiden Prabowo Rencanakan Investasi Besar pada 2025, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi
Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar untuk menarik investasi dalam jumlah besar pada tahun 2025, dengan sejumlah target program yang tengah dijalankan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah mencapai swasembada pangan dan energi.
Dalam acara Munas Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2025), Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran tahun ini, meskipun ada proyek-proyek lain yang masih belum diumumkan secara rinci.
Pada sektor energi, Prabowo menyoroti potensi besar Indonesia dalam energi bersih, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi terbarukan yang menyeluruh dan substansial.
“Tentu kita memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat lengkap. Indonesia mungkin menjadi salah satu negara yang akan memiliki energi hijau yang utuh,” ujar Prabowo.
Sementara itu, terkait swasembada pangan, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa target tersebut dapat tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan, bahkan sebelum 2028. “Kita akan terkejut, jauh sebelum empat tahun kita sudah mencapai swasembada pangan,” tambahnya.
Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 8 Persen
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menanggapi pandangan pesimistis terkait target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok sebesar 8 persen. Meskipun ada keraguan dari berbagai pihak, ia tetap percaya target tersebut bisa tercapai atau bahkan terlampaui.
Prabowo mengungkapkan, meskipun baru tiga bulan menjabat sebagai Presiden, ia telah mempelajari ekonomi nasional dan merasa semakin optimis. “Saya semakin percaya diri dan yakin kita akan mencapai, bahkan mungkin melampaui, pertumbuhan ekonomi 8 persen,” tuturnya.
Presiden menambahkan, meskipun ada pihak yang merendahkan target tersebut, ia melihat hal itu sebagai bagian dari kelemahan mentalitas sebagian elit Indonesia yang kurang percaya diri. Menurutnya, hal ini mungkin terkait dengan masa penjajahan yang panjang, yang menciptakan rasa rendah diri di kalangan sebagian masyarakat. “Ini sifat yang perlu dikoreksi, mungkin karena terlalu lama dijajah, kita merasa rendah diri dan kurang berani,” ungkap Prabowo.
Namun, ia menyatakan bahwa situasi tersebut kini mulai berubah, dengan adanya dukungan dari para menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang bekerja sama untuk mewujudkan kejutan-kejutan besar di masa depan.
Sumber: liputan6.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.