Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 16 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Populasi warga miskin di Indonesia mayoritas berada di Pulau Jawa. Data menunjukkan jumlahnya mencapai 12,62 juta jiwa atau sekitar 52,45% dari total penduduk miskin di Indonesia., Menurut data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin secara nasional pada September 2024 tercatat sebanyak 24,06 juta orang atau 8,57% dari total populasi. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan data Maret 2024, di mana jumlahnya mencapai 25,22 juta orang atau setara 9,03% dari total penduduk.
“Secara wilayah, mayoritas penduduk miskin berada di Pulau Jawa, dengan jumlah 12,62 juta jiwa atau 52,45% dari keseluruhan penduduk miskin Indonesia,” ujar Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Pulau Sumatera menduduki posisi kedua dengan 5,25 juta penduduk miskin atau 21,82% dari total jumlah tersebut. Disusul oleh Bali dan Nusa Tenggara yang mencatatkan 1,94 juta jiwa (8,06%), Sulawesi dengan 1,88 juta jiwa (7,82%), Maluku dan Papua sebanyak 1,46 juta jiwa (6,07%), dan Kalimantan yang menjadi kawasan dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit, yaitu 910 ribu jiwa (3,78%).
Amalia menjelaskan, tingginya angka penduduk miskin di Pulau Jawa sejalan dengan besarnya populasi di wilayah tersebut dibandingkan dengan pulau lainnya. Berdasarkan data tahun 2024, dari total 282,47 juta jiwa populasi Indonesia, sekitar 55,93% di antaranya tinggal di Pulau Jawa, sementara Sumatera mencatatkan 21,81%.
“Karena konsentrasi penduduk Indonesia memang terbesar ada di Pulau Jawa, jumlah penduduk miskin di wilayah ini menjadi lebih tinggi. Namun, hal ini berdasarkan jumlah absolut, bukan persentase,” ungkap Amalia.
Jika dilihat berdasarkan provinsi, Jawa Timur mencatatkan jumlah penduduk miskin tertinggi dengan 3,89 juta orang, diikuti oleh Jawa Barat sebanyak 3,66 juta orang, dan Jawa Tengah dengan 3,39 juta orang. Di luar Jawa, Nusa Tenggara Timur mencatatkan jumlah penduduk miskin sebesar 1,10 juta orang.
Sebaliknya, Kalimantan Utara memiliki jumlah penduduk miskin terendah, yaitu 41,11 ribu jiwa. Disusul oleh Kepulauan Bangka Belitung dengan 78,58 ribu jiwa, Maluku Utara sebanyak 79,69 ribu jiwa, dan Papua Barat Daya yang mencatatkan angka 96,81 ribu jiwa.
BPS menentukan status penduduk miskin berdasarkan nilai garis kemiskinan. Pada September 2024, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp595.242 per kapita per bulan, meningkat 2,11% dari posisi Maret 2024 sebesar Rp582.932 per kapita per bulan.
Garis kemiskinan ini dihitung berdasarkan kebutuhan minimum pengeluaran untuk makanan dan non-makanan. Penduduk dengan pengeluaran rata-rata di bawah nilai tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.
Komponen garis kemiskinan meliputi garis kemiskinan makanan (GKM) dan non-makanan (GKBM). Pada September 2024, nilai GKM tercatat sebesar Rp443.433, sedangkan GKBM mencapai Rp151.809. Keduanya meningkat dari data Maret 2024, di mana GKM senilai Rp433.906 dan GKBM sebesar Rp149.026.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.