Fenomena Aneh! Pesawat Israel Sulit Terbang karena Dikeroyok Burung, Pertanda Apa?

Berita Terkini - Diposting pada 13 March 2026 Waktu baca 5 menit

Foto: Jet Tempur Israel (REUTERS/RONEN ZVULUN)

Situasi seolah tidak berpihak kepada Israel. Di tengah serangkaian serangan militer yang terus dilancarkan, para pilot Angkatan Udara Israel juga harus menghadapi hambatan yang tidak biasa, yaitu migrasi ratusan juta burung.

 

Setiap periode Maret hingga April, wilayah udara di atas Israel menjadi salah satu jalur migrasi burung tersibuk di dunia. Ratusan juta burung melakukan perjalanan dari Afrika menuju Eropa dan Asia Barat, melintasi kawasan yang juga digunakan sebagai rute operasi pesawat tempur dan helikopter militer.

 

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya tabrakan berkecepatan tinggi antara pesawat militer dan kelompok burung besar seperti bangau, pelikan, dan crane.

 

Benturan dengan burung berukuran besar saat pesawat melaju pada kecepatan tempur dapat menimbulkan kerusakan berat pada mesin pesawat maupun kanopi kokpit.

 

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Angkatan Udara Israel sejak lama telah menerapkan prosedur khusus yang bertujuan menghindari jalur migrasi burung selama musim perpindahan tersebut berlangsung.

 

Kepala pengamat burung dari Keren Kayemeth LeIsrael-Jewish National Fund, Yaron Charka, memperingatkan bahwa musim migrasi tahun ini diperkirakan akan sangat padat.

 

“Dalam dua bulan mendatang, ratusan juta burung diperkirakan akan melintasi wilayah udara Israel,” ujar Charka, seperti dikutip oleh JFeed pada Jumat (13/3/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa kawanan burung tersebut sering terbang pada ketinggian yang sama dengan jalur operasi pesawat militer.

 

Selain risiko tabrakan di udara, migrasi burung juga menimbulkan tantangan lain bagi sistem pertahanan udara. Kawanan burung dalam jumlah besar kerap terdeteksi sebagai objek mencurigakan oleh radar dan dalam kondisi perang bisa saja salah diartikan sebagai drone musuh atau rudal yang terbang rendah.

 

Dalam beberapa tahun terakhir bahkan pernah terjadi insiden ketika sistem pertahanan udara menembaki kawanan burung setelah keliru mengidentifikasinya sebagai pesawat nirawak milik musuh.

 

Kesalahan identifikasi seperti itu tidak hanya berpotensi menghabiskan amunisi pencegat yang mahal, tetapi juga membahayakan satwa liar.

 

Saat ini, kelompok pemantau burung yang bekerja sama dengan militer Israel memberikan informasi secara waktu nyata mengenai pergerakan kawanan burung untuk membantu operator radar membedakan antara migrasi alami dan ancaman militer.

 

Aktivitas migrasi burung paling padat biasanya terjadi di Hula Valley di wilayah utara Israel. Kawasan ini menjadi lokasi persinggahan bagi burung crane yang bermigrasi dari Afrika sekaligus titik keberangkatan bagi burung yang menghabiskan musim dingin di Israel sebelum terbang menuju wilayah utara.

 

Bagi para pilot Israel yang menjalankan misi hingga ke wilayah Lebanon dan daerah sekitarnya, kondisi ini menambah tingkat kerumitan dalam operasi militer yang pada dasarnya sudah memiliki risiko tinggi.

 

Koordinasi antara Angkatan Udara Israel dan para ahli lingkungan sipil menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa operasi militer tetap dapat berlangsung dengan aman.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.