Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 13 December 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Elon Musk terus mencatatkan rekor baru dalam kekayaannya. Berdasarkan laporan Bloomberg Billionaires Index, total harta pria asal Afrika Selatan itu telah melampaui USD 400 miliar, setara dengan lebih dari Rp 6.400 triliun, menjadikannya individu pertama dalam sejarah yang mencapai angka tersebut.
Peningkatan kekayaan Musk, sekitar USD 20 miliar, dipengaruhi oleh kenaikan valuasi perusahaannya, SpaceX, yang kini bernilai sekitar USD 350 miliar. Ini didukung oleh kesepakatan internal yang memungkinkan perusahaan tersebut dan para investornya membeli saham senilai USD 1,25 miliar.
Sejak kemenangan Donald Trump pada Pemilihan Presiden AS 2024, Elon Musk turut menikmati lonjakan signifikan dalam nilai aset pribadinya. Hubungannya yang dekat dengan Trump menciptakan optimisme di kalangan investor bahwa perusahaan-perusahaan Musk akan semakin berkembang di bawah pemerintahan baru.
Elon Musk merupakan CEO Tesla dan SpaceX, serta pemilik X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter). Selain itu, ia juga memimpin sejumlah perusahaan lain, seperti Neuralink, xAI, dan Boring Company. Dalam kabinet mendatang, bersama Vivek Ramaswamy, Musk juga akan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE).
Saham Tesla dan Kekayaan Musk
Saham Tesla mencatatkan rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, dengan harga USD 424,77 per lembar. Sejak hasil Pilpres AS diumumkan, saham Tesla mengalami lonjakan hingga 65%, dipengaruhi keyakinan investor bahwa kepemimpinan Musk akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemerintahan Trump, terutama dalam hal regulasi yang lebih ramah untuk bisnisnya.
Sumber Kekayaan Elon Musk
Kekayaan Musk sebagian besar berasal dari kepemilikan saham di perusahaan-perusahaan besar yang dia pimpin. Di Tesla, di mana dia juga menjabat sebagai CEO, Musk adalah pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 17%. Dengan valuasi Tesla mencapai USD 1,3 triliun, perusahaan ini menjadi salah satu yang paling bernilai di dunia.
Sumber pendapatan besar lainnya berasal dari SpaceX, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan privat dengan valuasi tertinggi. SpaceX terlibat dalam berbagai proyek penting, termasuk misi NASA mengirim astronot ke International Space Station (ISS) dan pembangunan konstelasi satelit Starlink untuk layanan internet global. Valuasi SpaceX saat ini mencapai USD 350 miliar, di mana Musk memiliki sekitar 48% saham.
Selain itu, Musk juga mengakuisisi Twitter dengan nilai USD 44 miliar. Namun, nilai perusahaan yang kini dikenal sebagai X menurun drastis dan saat ini diperkirakan hanya bernilai sekitar USD 19 miliar.
Sementara itu, perusahaan kecerdasan buatannya, xAI, mengalami kenaikan valuasi signifikan pada bulan November setelah putaran pendanaan terbaru, yang melonjak menjadi USD 50 miliar dari sebelumnya beberapa bulan lalu.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.