China Labrak Starlink, Murka Usai Dengar Rencana Besar Elon Musk

Berita Terkini - Diposting pada 07 January 2026 Waktu baca 5 menit

Elon Musk buka suara mengenai bencana banjir di Sumatra dan program layanan Starlink gratis bagi pelanggan yang terdampak. (AFP/Saul Loeb)

China menyampaikan keluhan resmi ke Dewan Keamanan PBB terkait satelit Starlink milik Elon Musk yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan di luar angkasa. Pengaduan ini disampaikan bersamaan dengan pengumuman SpaceX mengenai rencana penurunan ribuan satelit untuk menekan risiko tabrakan di orbit.

 

Perwakilan Beijing menegaskan bahwa pertumbuhan konstelasi Starlink yang semakin masif menimbulkan kekhawatiran serius terhadap aspek keselamatan dan keamanan, khususnya meningkatnya kemungkinan tabrakan antar satelit.

 

Ia menyatakan bahwa keberadaan konstelasi semacam itu telah memadati sumber daya orbit dan frekuensi, sehingga secara signifikan memperbesar risiko benturan di luar angkasa.

 

China juga menyinggung insiden pada 2021 ketika satelit Starlink disebut nyaris membahayakan Stasiun Luar Angkasa China akibat melintas terlalu dekat, yang kala itu dinilai sebagai ancaman serius bagi keselamatan para astronaut China.

 

Saat ini, dari sekitar 12.955 satelit aktif di orbit rendah Bumi, sekitar 8.500 unit berada di wilayah tersebut, dengan mayoritas atau sekitar 66 persen dimiliki oleh Starlink.

 

Jumlah tersebut masih jauh dari ambisi Elon Musk, yang sebelumnya menyebut bahwa konstelasi Starlink dapat berkembang hingga lebih dari 42 ribu satelit, meskipun sejauh ini perusahaan baru memperoleh izin untuk meluncurkan sekitar 12 ribu unit.

 

Satelit-satelit tersebut dirancang memiliki masa pakai sekitar lima tahun, sebelum akhirnya diarahkan untuk terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

 

China sendiri tengah mengembangkan proyek serupa sebagai pesaing SpaceX. Program yang didukung pemerintah itu ditargetkan memproduksi dan meluncurkan lebih dari 15 ribu satelit secara bertahap hingga 2030, yang diperkirakan akan semakin memadati orbit rendah Bumi.

 

Sebelumnya, SpaceX mengumumkan rencana penataan ulang total konstelasi Starlink dengan menurunkan ketinggian orbit seluruh satelit dari 550 kilometer menjadi sekitar 480 kilometer pada 2026.

 

Wakil Presiden Teknik Starlink di SpaceX, Michael Nicolls, menjelaskan bahwa penurunan ketinggian tersebut akan membuat orbit Starlink lebih terkonsentrasi sekaligus meningkatkan keselamatan ruang angkasa.

 

Ia menambahkan bahwa jumlah puing dan rencana konstelasi satelit jauh lebih sedikit di bawah ketinggian 500 kilometer, sehingga risiko terjadinya tabrakan dapat ditekan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.