Alfamart Tutup Ratusan Toko: Ritel Indonesia Terancam Bangkrut? Ini Penjelasan Asosiasi Peritel

Berita Terkini - Diposting pada 18 December 2024 Waktu baca 5 menit

ALFAMART

DIGIVESTASI - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengakui bahwa gerai ritel di Indonesia tengah menghadapi tren penutupan yang signifikan.

 

Ketua Umum Hippindo, Alphonzus Widjaja, menyebutkan bahwa sektor fesyen dan lifestyle menjadi kategori ritel yang paling banyak menutup toko. Menurutnya, perubahan tren belanja masyarakat, khususnya di kota-kota besar, menjadi salah satu penyebab utama fenomena ini.

 

"Fesyen sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Di kota besar, pengaruh gaya hidup sangat besar. Jika sebuah merek tidak mampu mengikuti perubahan tersebut, maka akan ditinggalkan," kata Alphonzus dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (16/12/2024).

 

Penurunan daya beli masyarakat juga memperburuk situasi. Alphonzus menjelaskan bahwa menurunnya daya beli menjadi salah satu alasan ratusan toko Alfamart tutup. Dari total 400 gerai Alfamart yang ditutup, sebagian besar berada di daerah dengan penurunan daya beli yang signifikan.

 

"Pulau Jawa adalah wilayah yang paling terdampak karena di sana terdapat banyak buruh dan karyawan. Meski saya tidak tahu pasti lokasi detail penutupan Alfamart, sebagian besar ada di daerah dengan daya beli yang melemah," tambahnya.

 

Alphonzus memperkirakan bisnis ritel sepanjang tahun ini hanya mampu tumbuh di bawah 5 persen.

Sementara itu, Plt. Wakil Ketua Umum Hippindo, Fetty Kwartati, menjelaskan bahwa tantangan lain yang dihadapi sektor ritel adalah rantai pasok yang panjang dan tidak fleksibel. Hal ini menyebabkan ketersediaan barang di toko sering kosong, yang berdampak pada terganggunya penjualan.

 

"Jika barang di toko kosong, itu akan memicu broken SKU, sehingga penjualan terganggu. Jika kondisi ini berlanjut, toko bisa tutup," ungkap Fetty.

 

Berdasarkan data Kompas.com, Alfamart telah menutup sekitar 400 toko, sementara raksasa ritel lainnya, Matahari, juga telah menutup 13 gerai.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.