Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 30 July 2025 Waktu baca 5 menit
Korea Utara menyatakan pada hari Selasa (29/7) bahwa Amerika Serikat perlu mengakui statusnya sebagai negara dengan senjata nuklir apabila Washington ingin melanjutkan pembicaraan bilateral.
Kim Yo Jong, saudari berpengaruh dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menerima fakta bahwa situasi telah berubah sejak pertemuan puncak terakhir kedua negara, dan bahwa tidak akan ada diskusi di masa depan yang akan menghentikan program senjata nuklir Pyongyang.
Ia menyebutkan bahwa hubungan pribadi antara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump memang tidak bermasalah, namun upaya Amerika Serikat untuk melucuti senjata nuklir Korea Utara dianggap sebagai penghinaan.
Dalam pertemuan pertama antara Trump dan Kim yang berlangsung di Singapura pada tahun 2018, kedua belah pihak menandatangani kesepakatan awal untuk mendorong denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Namun, dalam pertemuan tingkat tinggi berikutnya di Hanoi pada tahun 2019, perundingan berakhir tanpa kesepakatan karena adanya ketidaksepakatan terkait pencabutan sanksi internasional terhadap Korea Utara.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.