XRP Diguncang Ketidakpastian Regulasi, Investor Melepas Aset secara Masif!

Crypto News - Diposting pada 07 August 2025 Waktu baca 5 menit

XRP Didera Ketidakpastian Regulasi dan Tekanan Jual Besar-besaran

Jakarta, 5 Agustus 2025 — Aset kripto XRP tengah menghadapi tekanan berat di tengah ketidakpastian regulasi yang masih membayangi serta aksi pelepasan besar-besaran dari investor institusional. Situasi ini memicu koreksi tajam harga dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap masa depan token yang dikembangkan oleh Ripple tersebut.

 

Gejolak Harga dan Sentimen Pasar

Memasuki awal Agustus 2025, harga XRP tercatat turun lebih dari 20%, sempat menyentuh level US$ 2,75 sebelum mengalami stabilisasi di kisaran US$ 2,82. Koreksi ini dipicu oleh arus keluar dana institusi, ditambah tekanan likuiditas akibat koreksi pasar yang meluas.

Menurut data dari CoinGecko dan AInvest, nilai likuidasi yang terkait dengan XRP mencapai sekitar US$ 41,4 juta. Sementara itu, akumulasi likuidasi di seluruh sektor aset digital tercatat menembus US$ 900 juta, mencerminkan tekanan fiskal dan teknikal yang signifikan terhadap pasar kripto secara umum.

 

Pemicunya: Regulasi dan Ketidakpastian ETF

Ketidakpastian semakin membesar setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menunda keputusan konversi produk ETF Bitwise yang mencakup XRP pada 22 Juli 2025. Penangguhan mendadak ini memunculkan spekulasi baru mengenai status XRP dalam struktur ETF spot di AS.

Sebagai imbasnya, XRP mengalami penurunan sekitar 10% pada 23 Juli ke level US$ 3,18, meskipun secara on-chain tidak ada anomali signifikan yang terjadi. Reaksi pasar murni dipicu oleh faktor eksternal berupa ketidakjelasan arah regulasi.

 

Sengketa Hukum: Ripple vs SEC Belum Selesai

Perselisihan hukum antara Ripple dan SEC menjadi salah satu akar persoalan. Walau pengadilan AS pada Juli 2023 menyatakan bahwa XRP yang diperdagangkan di bursa publik bukanlah sekuritas, penjualan institusional Ripple senilai US$ 728 juta tetap dinilai melanggar aturan.

Kedua pihak sempat mencapai kesepakatan penyelesaian dengan denda sebesar US$ 50 juta—lebih rendah dari tuntutan awal US$ 125 juta. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh hakim karena alasan prinsip finalitas putusan. Hingga kini, SEC belum sepenuhnya mencabut banding, yang membuat ketegangan regulasi tetap bergulir.

 

Pergerakan Pemilik Besar Perparah Koreksi

Gelombang aksi jual juga diperparah oleh langkah Chris Larsen, salah satu pendiri Ripple, yang memindahkan XRP senilai US$ 175 juta ke sejumlah platform bursa. Sekitar US$ 140 juta di antaranya langsung masuk ke pasar terbuka, bertepatan saat harga XRP menyentuh puncak lokal di kisaran US$ 3,60.

Langkah ini langsung berdampak negatif, memicu penurunan harga XRP lebih dari 13% dalam beberapa hari. Data Binance juga menunjukkan bahwa sebagian besar suplai XRP berada dalam kondisi menguntungkan, sehingga aksi ambil untung menjadi masif.

 

Teknikal: Titik Penentu di Level Support

Dari sisi teknikal, analis pasar menilai adanya potensi rebound jangka pendek hingga 20%, dengan catatan tekanan jual mereda. Namun, jika ketidakpastian terus berlanjut, level support kuat antara US$ 2,20 hingga US$ 2,50 diperkirakan akan diuji sebagai titik krusial apakah XRP mampu bertahan atau kembali terperosok lebih dalam.

 

Peluang Jangka Panjang Masih Terbuka

Di sisi lain, sejumlah faktor fundamental menunjukkan harapan pemulihan. Penyelesaian kasus hukum, kemungkinan persetujuan ETF, serta pengembangan infrastruktur Ripple yang telah mengajukan izin perbankan di AS menjadi katalis positif. Jika hambatan regulasi mereda, XRP diprediksi akan kembali diposisikan sebagai aset utilitas global dengan prospek cerah.

 

Saat ini XRP berada di titik kritis. Di tengah ketidakpastian hukum, tekanan institusional, dan ekspektasi investor yang terus bergulir, arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kejelasan regulasi serta langkah strategis dari Ripple sendiri. Bagi investor, keputusan yang cermat dan berbasis data tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika kripto yang volatil ini.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.