Waspada Modus Penipuan Kripto Baru, Rekening Bisa Ludes!

Crypto News - Diposting pada 21 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI -  Ancaman Penipuan Online Meningkat dengan Pemanfaatan Teknologi AI. Penipuan online semakin mengkhawatirkan, terutama dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mempermudah aksi para penjahat siber. Salah satu modus operandi yang digunakan adalah memanfaatkan deepfake berbasis AI untuk menipu korban, ungkap CEO Braintrust, Adam Jackson.

 

Dalam wawancara dengan TheStreet, Jackson menjelaskan bahwa para penipu kini menggunakan AI untuk menciptakan deepfake yang sangat realistis guna membuat konten phishing. Phishing sendiri adalah modus penipuan yang mengarang skenario tertentu untuk memancing korban masuk ke dalam perangkap.

 

Salah satu contoh adalah video deepfake yang menampilkan miliarder Elon Musk sedang mempromosikan skema kripto tertentu. AI kemudian menyebarkan email phishing yang menargetkan korban untuk berinvestasi di bursa kripto, yang kinerjanya tidak sesuai dengan video deepfake tersebut.

 

"Bot AI akan menyebarkan konten palsu di media sosial untuk mempromosikan skema penipuan. Alat ini akan menciptakan artikel palsu untuk memanipulasi sentimen pasar," kata Jackson, dikutip dari TheStreet, Kamis (20/6/2024).

 

Jackson juga mengungkapkan bahwa AI mampu menganalisis data dalam jumlah besar, mengidentifikasi celah pada platform perdagangan kripto, meretas kata sandi akun kripto, bahkan memprediksi karakter pengguna untuk melancarkan strateginya.

 

"Kampanye ini dapat meningkatkan optimisme investor, memicu volatilitas pasar, dan bahkan mendorong penjualan impulsif (panic selling). Akibatnya, kerugian finansial yang besar bisa dialami baik individu maupun institusi," jelasnya.

 

Untuk menghindari praktik scam di internet, Jackson memberikan beberapa saran. Pertama, jangan pernah merespons email dari orang yang tidak dikenal, terutama jika isinya terkait uang atau kripto. Kedua, pastikan akun kripto Anda dilindungi dengan otentikasi dua-faktor, menggunakan alat seperti Google Authenticator, bukan otentikasi dari ponsel. 

 

"Pastikan juga menggunakan kata sandi yang unik untuk akun kripto Anda," tambahnya.

Jackson juga mengingatkan agar tidak mudah tergiur dengan peluang investasi yang terlalu menggiurkan dan mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di internet kepada otoritas setempat.

 

Tetap waspada terhadap modus penipuan di internet untuk menghindari jebakan para penipu yang dapat menguras rekening Anda!


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.