Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Crypto News - Diposting pada 20 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Bitcoin Berpotensi Turun 10 Persen Jika Tembus Batas USD 90.000
Geoff Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered, menyampaikan peringatan bahwa Bitcoin berisiko mengalami penurunan hingga 10 persen jika harga jatuh di bawah level support penting, yakni USD 90.000. Dalam laporan terbarunya, Kendrick menjelaskan bahwa risiko konveksitas dapat mendorong harga Bitcoin lebih rendah lagi, bahkan menyentuh USD 80.000, terutama jika terjadi pembatalan pada dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis spot.
“Kami memproyeksikan bahwa penurunan di bawah USD 90.000 akan memicu koreksi harga Bitcoin hingga 10 persen dalam waktu singkat, membawa nilainya di bawah USD 80.000,” ungkap Kendrick dalam laporan yang dirilis oleh Coinmarketcap, Minggu (19/1/2025).
Kendrick juga menyoroti bahwa potensi penurunan tersebut dapat berdampak pada melemahnya pasar aset digital secara keseluruhan. Ia menilai pergerakan Bitcoin belakangan ini telah tertekan oleh berbagai faktor makroekonomi dan risiko terkait ETF. Selain itu, ia mencatat bahwa pembelian Bitcoin ETF spot sejak pemilu AS sudah stagnan, yang meningkatkan kerentanan pasar terhadap aksi jual panik.
“USD 90.000 merupakan level kunci bagi Bitcoin. Jika harga jatuh di bawahnya, hal ini dapat memicu tekanan jual tambahan pada pasar aset digital secara lebih luas,” tambahnya.
Peringatan ini muncul di tengah ketidakstabilan pasar yang disebabkan oleh sikap agresif Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada 18 Desember lalu. Harga Bitcoin sempat merosot ke level sekitar USD 90.000 pada 13 Januari di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait kondisi ekonomi makro.
Menurut Kendrick, aksi jual Bitcoin yang terjadi belakangan ini berpotensi memperburuk volatilitas pasar dan menyebabkan kerugian lebih lanjut, memperkuat sentimen negatif di kalangan investor. Kendati demikian, ia tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, dengan memproyeksikan target harga mencapai USD 200.000 pada akhir 2025.
Optimisme tersebut didasarkan pada ekspektasi adanya arus masuk dana institusional yang didorong oleh kebijakan pro-kripto di bawah pemerintahan Trump.
Sumber: liputan6.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.