Mengapa Bitcoin Jadi 'Emas Baru'? Inilah Alasan Utamanya!

Crypto News - Diposting pada 01 December 2024 Waktu baca 5 menit

Illustrasi Crypto

DIGIVESTASI - Perjalanan Bitcoin (BTC) sebagai pionir dalam dunia aset kripto memasuki babak baru menuju pencapaian harga US$100.000. Lonjakan ini tidak hanya dipicu oleh kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS, tetapi juga oleh semakin kuatnya posisi BTC sebagai "emas digital" yang diakui oleh berbagai kalangan. Para investor institusional hingga tokoh-tokoh besar dalam industri hedge fund kini mulai mempertimbangkan BTC sebagai bagian penting dari portofolio investasi mereka.

 

Salah satu tokoh yang terang-terangan mendukung aset kripto adalah Stanley Druckenmiller dari Duquesne Family Office. Ia mengungkapkan bahwa kripto menjadi instrumen penting untuk mencapai target imbal hasil sebesar 30% setiap tahun. Hal ini didukung oleh data yang menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, BTC berhasil melampaui inflasi global dengan keunggulan sebesar 22,2%, sementara dolar AS justru mengalami penurunan daya beli hingga 33%.

 

Druckenmiller juga menyoroti bahwa kepercayaan publik terhadap bank sentral dan kebijakan pemerintah semakin menurun. Oleh karena itu, aset terdesentralisasi seperti BTC menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai kekayaan. "Saya sering berkata bahwa saya tidak ingin memiliki Bitcoin, tetapi saya merasa harus memilikinya," katanya dalam wawancara dengan Forbes, Jumat (29/11/2024).

 

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Paul Tudor Jones, pendiri Tudor Investment Corp. Ia menilai bahwa kebijakan pemerintah AS dan bank sentral yang cenderung inflasioner membuat aset seperti obligasi atau investasi berbasis pendapatan tetap tidak lagi menguntungkan. Untuk mengatasi risiko inflasi, ia menyarankan agar investor meningkatkan alokasi pada komoditas, termasuk Bitcoin. "Bitcoin, dengan batas maksimum 21 juta token yang dikendalikan algoritma, tanpa campur tangan manusia atau institusi terpusat, memberikan posisi unik sebagai aset pelindung nilai," jelasnya.

 

Menurut data CoinMarketCap, harga Bitcoin saat ini mencapai sekitar US$96.000, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$1,91 triliun. Total suplai Bitcoin yang beredar kini mencapai 19,79 juta token, mendekati batas maksimum yang telah ditentukan.

 

Platform edukasi kripto, Pintu Academy, dalam laporannya menyebutkan bahwa Bitcoin telah menjadi pendorong utama inovasi dalam ekosistem kripto. "Dari whitepaper Satoshi hingga menjadi emas digital, perjalanan Bitcoin telah melalui banyak tantangan. Namun, posisinya terus menguat sebagai katalis inovasi dan aset berharga di pasar keuangan global," tulis laporan tersebut.

 

Bitcoin pertama kali diperkenalkan melalui whitepaper yang dirilis oleh Satoshi Nakamoto pada 31 Oktober 2008. Dokumen ini menjelaskan konsep mata uang digital yang tidak memerlukan institusi terpusat. Inovasi tersebut melahirkan teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi peer-to-peer (P2P) secara terdesentralisasi. Pada Januari 2009, Satoshi menambang Genesis Block, blok pertama Bitcoin, yang memuat pesan tentang krisis keuangan global saat itu. Transaksi pertama Bitcoin tercatat pada 22 Mei 2010, saat Laszlo Hanyecz membeli dua pizza dengan 10.000 BTC, yang kemudian dikenal sebagai "Bitcoin Pizza Day."

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :