Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 20 September 2023 Waktu baca 5 menit
Google telah mengambil langkah besar dalam dunia kecerdasan buatan dengan menggabungkan divisi Google Brain dan DeepMind untuk menciptakan Gemini, sebuah perangkat lunak AI percakapan yang baru-baru ini diperkenalkan kepada pengguna.
Langkah ini merupakan upaya serius Google untuk bersaing dengan ChatGPT, terutama dengan mendekati perilisan model bahasa GPT-4 yang sangat dinanti dari OpenAI.
Tahun ini, Google telah meningkatkan investasi dalam bidang AI, berusaha mengejar ketertinggalan dari pesaing seperti ChatGPT, yang didukung oleh Microsoft dan OpenAI tahun lalu.
Sundar Pichai, CEO Google, menyebut peluncuran Gemini sebagai momen penting dalam perjalanan perusahaan. Gemini sendiri adalah perangkat AI canggih yang menggabungkan serangkaian model bahasa tingkat lanjut yang dapat diterapkan dalam berbagai aplikasi, termasuk chatbot, penyusunan ringkasan teks, dan pembuatan konten unik berdasarkan preferensi pengguna.
Pichai menjelaskan, "Teknologi AI ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai tugas, mulai dari menulis email, menciptakan lirik lagu, hingga menghasilkan artikel."
Lebih lanjut, Pichai mengungkapkan bahwa teknologi AI telah mencapai tingkat yang memungkinkannya digunakan secara lebih luas, seperti membantu insinyur perangkat lunak dalam menulis kode atau menciptakan gambar unik sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Google telah memberikan akses kepada para pengembang untuk versi awal Gemini, sementara versi yang lebih canggih masih dalam tahap pengembangan dan diperkirakan akan memiliki kemampuan yang setara dengan GPT-4.
Selain bersaing dengan Bing Chat dari Microsoft, Google juga melihat Gemini sebagai pesaing yang kuat dalam arena ini. Hal ini tentu merupakan tantangan signifikan bagi OpenAI, terutama karena pengembang ChatGPT juga memiliki Dall-E, generator gambar yang dapat terhubung dengan ChatGPT di masa depan.
Google berencana untuk menyediakan Gemini kepada bisnis melalui layanan Google Cloud Vertex AI.
Pada bulan Agustus yang lalu, Google juga memperkenalkan fitur AI yang ditargetkan khusus untuk pengguna di India dan Jepang dalam mesin pencarinya. Layanan ini memungkinkan tampilan teks atau visual sebagai respons terhadap perintah, termasuk penyusunan ringkasan.
Tidak hanya itu, Google juga menawarkan alat berbasis AI kepada pelanggan bisnis dengan biaya bulanan sekitar Rp461.000 per pengguna.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.