Starlink Kewalahan! RT/RW Net Ilegal Merajalela, Kontrol Gagal Total?

Teknologi Terkini - Diposting pada 24 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

APJII Soroti Praktik Jual Kembali Internet Starlink Secara Ilegal di Indonesia

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyayangkan ketidakmampuan layanan satelit orbit rendah Starlink, yang dimiliki oleh Elon Musk, dalam mengontrol penggunaan internet secara bersamaan di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan maraknya praktik jual kembali internet secara ilegal atau dikenal sebagai RT/RW Net ilegal.

 

Sekretaris Jenderal APJII, Zulfadly Syam, mengakui bahwa kehadiran Starlink berkontribusi terhadap peningkatan penetrasi internet di Indonesia. Namun, ia menyoroti bahwa Starlink belum memiliki mekanisme yang efektif untuk mencegah penggunaan layanan secara berbagi (sharing) yang kemudian dikomersialisasikan oleh pihak-pihak tidak berizin.

 

“Saat ini masih banyak pengguna yang membagi koneksi dari satu perangkat Starlink ke beberapa pengguna lain dan menjadikannya sebagai layanan komersial. Jika praktik ini dilakukan untuk kepentingan pribadi, mungkin tidak menjadi masalah. Namun, ketika dijadikan bisnis tanpa izin, ini justru merugikan ekosistem internet yang ada,” ujar Zulfadly, dikutip pada Senin (24/2/2025).


 

APJII Pertanyakan Sistem Pengawasan Starlink

APJII mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai bagaimana Starlink mengontrol agar layanan internetnya tidak disalahgunakan untuk dijual kembali secara ilegal.

 

Selain itu, APJII juga menyoroti rencana pengembangan model terbaru Starlink, yang memungkinkan internet dikirim langsung dari satelit ke smartphone tanpa perlu perangkat tambahan. Menurut APJII, inovasi ini dapat mengancam keberlangsungan ekosistem internet di Indonesia.

 

“Kami melihat bahwa model ini berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem internet di Tanah Air,” ujar Zulfadly.


 

Kualitas Internet Starlink Masih Terdampak Cuaca

Dari sisi performa, APJII menilai bahwa kecepatan internet Starlink masih belum mengalami peningkatan signifikan sejak pertama kali diperkenalkan pada Mei 2024.

 

“Secara prinsip, hampir semua koneksi berbasis satelit tetap rentan terhadap gangguan cuaca, seperti hujan deras yang dapat menurunkan kualitas jaringan. Ini merupakan hal yang umum terjadi pada layanan berbasis satelit,” jelas Zulfadly.

 

Diketahui, Starlink resmi beroperasi di Indonesia sejak Mei 2024 setelah memperoleh izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai penyedia layanan internet ritel.

 

Peluncuran layanan ini dilakukan langsung oleh Elon Musk bersama Presiden Joko Widodo di Bali pada 19 Mei 2024, bertepatan dengan perhelatan World Water Forum ke-10.


 

Investasi Starlink di Indonesia Masih Terbatas

Pada tahap awal kehadirannya, Starlink hanya menanamkan investasi sebesar Rp30 miliar di Indonesia, namun pemanfaatannya belum dijelaskan secara rinci.

 

Sementara itu, laporan awal pasca-peluncuran menyebutkan bahwa sekitar 15.000 warga Indonesia telah menyatakan minat untuk menggunakan layanan ini.

 

Secara global, jumlah pelanggan Starlink terus meningkat, dari 3 juta pelanggan pada Mei 2024 menjadi 4 juta pada September 2024, mencatatkan pertumbuhan sekitar 1 juta pelanggan hanya dalam kurun waktu empat bulan.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.