Starlink Dilarang di Kota Besar Indonesia, Begini Tanggapan Operator Seluler

Teknologi Terkini - Diposting pada 10 December 2024 Waktu baca 5 menit

Illustrasi Starlink

DIGIVESTASI - Industri Telekomunikasi Sambut Kajian KPPU Terkait Operasi Starlink di Indonesia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyarankan agar layanan internet berbasis satelit Starlink tidak difokuskan pada kota besar, melainkan diarahkan ke wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Kajian ini menuai tanggapan dari sejumlah operator telekomunikasi nasional, seperti Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, XL Axiata, dan Smartfren, yang mengapresiasi rekomendasi tersebut.

 

Indosat Ooredoo Hutchison: Perlu Regulasi yang Berimbang
Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan pentingnya regulasi yang seimbang dari pemerintah untuk menjaga keberlanjutan industri telekomunikasi. Menurutnya, operator lokal telah melakukan investasi besar dalam membangun infrastruktur hingga pelosok negeri.

 

"Diharapkan regulasi dapat menciptakan iklim usaha yang sehat dan mendorong pemerataan akses digital di seluruh Indonesia," kata Steve.

 

Telkomsel: Fokus pada Wilayah 3T dan Skema B2B
Saki H. Bramono, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menyebut layanan berbasis satelit seperti Starlink memiliki potensi besar untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses infrastruktur tradisional. Telkomsel, bagian dari TelkomGroup, mendukung percepatan digitalisasi melalui berbagai program, seperti pembangunan BTS Merah Putih dan BTS USO, serta kolaborasi dengan Telkomsat menggunakan teknologi Starlink untuk wilayah 3T.

 

"Telkomsel berharap skema B2B menjadi fokus utama Starlink di Indonesia, termasuk untuk memperkuat konektivitas di wilayah terpencil dan perairan," ujar Saki. Ia juga menekankan pentingnya equal playing field di sektor telekomunikasi, termasuk kewajiban perpajakan, kedaulatan data, dan TKDN.

 

XL Axiata: Dukung Pengawasan Ketat Pemerintah
XL Axiata menyambut baik rekomendasi KPPU, yang dinilai dapat menciptakan iklim industri telekomunikasi yang sehat. Menurut Reza Mirza, Group Head Corporate Communications & Sustainability XL Axiata, pemerintah perlu mengawasi secara ketat pelaksanaan aturan dan meningkatkan kolaborasi di ekosistem telekomunikasi.

 

Smartfren: Dorong Starlink Beroperasi di Daerah 3T
Merza Fachys, President Director Smartfren, menilai kehadiran Starlink sebagai langkah positif untuk mempercepat penyediaan akses internet di wilayah terpencil. "Dengan layanan Starlink, hambatan penyediaan internet di daerah pelosok dapat diatasi," ungkapnya.

 

Kajian KPPU Terkait Layanan Starlink
KPPU telah menyelesaikan kajian terkait layanan internet berbasis satelit LEO, termasuk kebijakan pemerintah, persepsi konsumen, kesiapan infrastruktur, dan konsentrasi pasar. Kajian yang dilakukan sejak Mei hingga Oktober 2024 ini melibatkan berbagai pihak, seperti DPR RI, kementerian, asosiasi, pelaku usaha, dan akademisi.

 

Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Ranamenggala, menyebut rekomendasi utamanya adalah memprioritaskan jangkauan layanan internet berbasis LEO di wilayah 3T serta mendorong kemitraan antara penyedia layanan LEO dengan operator lokal dan UMKM. Rekomendasi ini disampaikan secara resmi kepada Presiden RI pada 18 November 2024, dengan tembusan ke DPR RI dan beberapa kementerian terkait.

 

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di seluruh Indonesia, sekaligus menjaga persaingan yang sehat dalam industri telekomunikasi.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.