Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 13 August 2023 Waktu baca 5 menit
Alokasi anggaran siber di Indonesia mencapai besaran Rp 7 triliun. Jumlah tersebut masih terasa kurang, mengingat dana tersebut difokuskan untuk berbagai lembaga dan kementerian yang beroperasi di dalam negeri.
Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, menjelaskan bahwa jumlah anggaran sebesar Rp 7 triliun ini merangkum keuangan yang dialokasikan kepada BSSN, Kementerian Komunikasi dan Informatika, TNI, Polri, serta badan intelijen. Namun, ini tidak sebatas itu. Lembaga yang memiliki peran sentral di ranah siber ini hanya mendapatkan dana yang minim sekali.
"Anda bisa melihat bahwa BSSN menjadi aktor utama, namun paradoksalnya unit-unit ini hanya diberikan anggaran sekitar Rp 700 miliar dari kebutuhan sekitar Rp 3 triliun," tandas Andi dalam wawancara program Profit CNBC Indonesia, pada hari Jumat (11/8/2023).
Dia memberi contoh bahwa dana yang cukup agar sektor pertahanan bisa mengalami modernisasi melalui penerapan teknologi inovatif dalam ranah siber seharusnya berkisar antara 1 hingga 1,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara jika tujuannya adalah untuk mencapai tingkat inovasi dalam sektor pertahanan sekitar 1,5% hingga 2% dari PDB.
Ini berarti bahwa diperlukan dana sebesar Rp 250-300 triliun untuk sektor pertahanan. Dengan memperhitungkan porsi 1,5%, maka dana yang dibutuhkan berkisar antara Rp 150 triliun hingga Rp 400 triliun.
"Melalui penetapan anggaran sebesar 1% dari PDB, dengan kemajuan yang terjadi dalam sektor ekonomi, saya yakin bahwa kita memiliki kapabilitas untuk memenuhi dana tersebut," tambahnya.
Andi berharap agar tidak ada gangguan yang menghambat pertumbuhan ekonomi seperti pandemi atau persoalan geopolitik yang terjadi di Rusia dan Ukraina. Dengan langkah ini, diharapkan alokasi anggaran sebesar 1% untuk sektor pertahanan bisa tercapai tanpa hambatan.
Ketika ditanya mengenai isu keamanan siber di Indonesia, Andi memaparkan bahwa menurut indeks yang diperolehnya, Indonesia berada pada peringkat 60-an. Targetnya, Indonesia diharapkan dapat naik ke posisi 40 pada tahun mendatang."
Sumber: CNBC Indonesia
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.