Pensiun Dini, 100 satelit cacat yang bisa menimbulkan masalah lebih besar di masa depan

Teknologi Terkini - Diposting pada 15 February 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - SpaceX telah mengumumkan rencana untuk "memensiunkan dini" 100 satelitnya. Pasalnya, 100 satelit tersebut memiliki cacat yang bisa menimbulkan masalah  besar di kemudian hari. Starlink merupakan perusahaan internet satelit milik SpaceX, perusahaan teknologi  luar angkasa yang didirikan dan dipimpin oleh Elon Musk.


Starlink mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengidentifikasi masalah serupa dengan armada satelit komunikasi generasi pertama  yang dapat “meningkatkan kemungkinan kegagalan.” Tech Crunch memperkirakan masalah yang ditemukan SpaceX terkait dengan kemungkinan satelitnya "di luar kendali". Saat ini, sekitar 17 satelit Starlink berada dalam kondisi “stasioner”. 

 

Satelit yang dikeluarkan dari orbit biasanya berakhir sebagai puing-puing luar angkasa. Satelit Starlink berada di orbit  rendah Bumi. Jika  satelit di orbit  rendah Bumi terlempar keluar dari orbitnya, satelit tersebut akan terbakar oleh atmosfer bumi dalam beberapa tahun. Satelit di orbit yang lebih tinggi akan terbakar dalam beberapa ratus tahun.  

 

Keputusan Starlink untuk menghentikan operasi 100 satelitnya sebelum waktunya dapat memicu kembali kritik terhadap sistem konstelasi satelit raksasa tersebut, yang dikatakan akan menyebabkan penumpukan sampah luar angkasa lebih lanjut. 
Oleh karena itu, Starlink mengambil langkah untuk memastikan satelitnya tidak “mengambang” di orbit.  Spacex secara perlahan melakukan deorbit pada satelit yang tidak lagi digunakan. Satelit-satelit tersebut akan dipindahkan secara bertahap "dalam beberapa minggu dan bulan mendatang." 

 

Namun, karena satelit bukanlah pesawat terbang, maka satelit hanya dapat bergerak bebas. SpaceX akan "mendorong" satelitnya ke arah Bumi hingga benda luar angkasa tersebut mulai meluncur bebas  ke atmosfer. Proses  ini disebut deorbiting dan memakan waktu sekitar enam bulan.  SpaceX juga menjamin bahwa "pergerakan tersebut tidak akan bertabrakan dengan satelit lain." 

 

100 satelit tersebut kemudian jatuh ke arah Bumi, tidak secara bersamaan, melainkan satu demi satu. Pengguna Starlink juga dijamin tidak akan kerepotan. Saat ini terdapat 6.000 satelit Starlink yang mendukung layanan internet untuk pengguna di seluruh dunia. Meski sekitar 406 satelit "jatuh" dari orbit, layanan internet Starlink tetap berjalan lancar.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :