Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 19 September 2023 Waktu baca 5 menit
Perusahaan global di sektor keamanan siber, Palo Alto Networks, telah merilis laporan tentang situasi keamanan siber di Indonesia dan ASEAN yang berjudul 'State of Cybersecurity in ASEAN 2023'. Laporan ini berdasarkan hasil survei daring yang dilakukan pada bulan April 2023, melibatkan 400 pemimpin dan pengambil keputusan di bidang IT dari lima industri utama di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Hasil survei menunjukkan bahwa 93 persen dari organisasi di Indonesia merasa cukup percaya dengan tindakan keamanan siber yang mereka terapkan. Selain itu, 53 persen dari perusahaan juga mengangkat keamanan siber sebagai topik yang sering dibahas dalam dewan direksi mereka.
Palo Alto Networks juga mencatat bahwa sebanyak 63 persen organisasi di Indonesia telah meningkatkan anggaran yang mereka alokasikan untuk keamanan siber pada tahun 2023. Bahkan, 30 persen di antaranya telah meningkatkan anggaran keamanan siber hingga setengah dari anggaran tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar dipicu oleh proses digitalisasi, dengan 75 persen perusahaan mengalokasikan anggaran mereka untuk inisiatif digitalisasi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan Asia Pasifik dalam hal alokasi anggaran untuk digitalisasi.
Menurut Steven Scheurmann, Regional Vice President untuk ASEAN di Palo Alto Networks, langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan menunjukkan komitmen mereka untuk mengatasi ancaman siber yang terus berkembang. Namun, ia juga menekankan perlunya kewaspadaan proaktif dalam menghadapi ancaman siber, yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh bagian dalam organisasi.
Selain itu, laporan ini juga mengungkapkan bahwa 70 persen organisasi di Indonesia sedang mempertimbangkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam strategi keamanan siber mereka, menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dalam hal ini. Penggunaan AI ini juga diikuti oleh teknologi Distributed Ledger Technology (DLT), yang digunakan dalam pembentukan sistem keuangan terdistribusi, dengan hampir setengah organisasi di Indonesia (47 persen) telah mengadopsi teknologi tersebut.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.