Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 09 July 2025 Waktu baca 5 menit
Robert Kiyosaki Harapkan Bitcoin Anjlok, Siap Tambah Aset di Tengah Koreksi
Jakarta — Penulis buku keuangan legendaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menarik perhatian dengan pernyataannya terkait Bitcoin. Dalam unggahan terbarunya di platform X (sebelumnya Twitter) pada 5 Juli 2025, Kiyosaki secara terbuka berharap harga Bitcoin jatuh tajam agar ia dapat membeli lebih banyak aset digital tersebut dengan harga murah.
Dalam cuitannya, Kiyosaki mengkritik tajam para analis pesimistis yang menurutnya hanya menebar ketakutan:
"Clickbait losers terus menerus memperingatkan tentang potensi crash Bitcoin. Mereka ingin menakut-nakuti para spekulan. Saya justru berharap Bitcoin jatuh. Saya akan membeli lebih banyak. Hati-hati."
Pernyataan ini sejalan dengan strategi lama Kiyosaki yang kerap menyebut “Savers are losers”, di mana ia menempatkan Bitcoin, emas, dan perak sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang fiat.
Kiyosaki bahkan memperkirakan harga Bitcoin bisa melonjak hingga US$ 200.000 pada akhir tahun ini, dan berpotensi menyentuh US$ 1 juta hingga US$ 13 juta dalam beberapa tahun ke depan. Ia menganggap koreksi harga justru sebagai peluang emas untuk memperbesar kepemilikan aset digitalnya.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 108.000 hingga US$ 110.000, mengalami koreksi 1,4% hingga 1,6% dalam dua hari terakhir dari level US$ 110.600 ke US$ 108.280.
Meski demikian, sentimen pasar tetap optimis. Data menunjukkan 82% pelaku pasar masih memegang pandangan bullish, dan sekitar 93,6% dompet Bitcoin masih dalam posisi untung.
Kiyosaki mengungkapkan bahwa ia telah membeli Bitcoin di atas level US$ 100.000 baru-baru ini, menunjukkan keyakinannya pada strategi akumulasi jangka panjang.
Ia menyebut dirinya siap menanggung risiko, bahkan rela disebut “sucker” demi tidak melewatkan momentum pembelian. Ia juga memproyeksikan potensi penurunan hingga kisaran US$ 90.000, yang justru ia anggap sebagai peluang terbaik untuk menambah portofolio.
Menurut Kiyosaki, narasi bearish yang beredar hanyalah taktik untuk menakut-nakuti investor ritel agar keluar dari pasar.
Komunitas kripto tampaknya mendukung pendekatan tersebut. Salah satu artikel menyebut: “Kiyosaki menunjukkan keyakinan kuat dengan membeli saat harga turun, dengan target jangka panjang Bitcoin mencapai US$ 1 juta.”
Selain Kiyosaki, sejumlah tokoh seperti Michael Saylor juga memperkirakan Bitcoin akan terus menguat dalam jangka panjang, mempertegas tren akumulasi di kalangan investor institusional dan individu.
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Strategi akumulasi | Membeli saat harga koreksi, di bawah US$ 110.000 |
| Target harga jangka panjang | US$ 200.000 (akhir 2025), US$ 1 juta dalam dekade |
| Sentimen pasar | Tetap optimis, 82% investor masih bullish |
| Profil risiko | Siap menanggung kerugian sebagai bagian dari strategi |
Pernyataan kontroversial Kiyosaki bukan sekadar spekulasi semata, melainkan bagian dari strategi akumulasi jangka panjangnya di pasar kripto. Bagi Kiyosaki, penurunan harga hanyalah pintu masuk menuju potensi pertumbuhan aset yang lebih besar di masa mendatang.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.