Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 09 July 2025 Waktu baca 5 menit
IPO Chandra Daya Investasi (CDIA) Jadi Incaran Investor Ritel, Oversubscribed hingga Ratusan Kali
Penawaran umum perdana saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang berlangsung sejak 2 Juli hingga 7 Juli 2025 sukses menarik perhatian besar dari kalangan investor ritel. Emiten yang merupakan anak usaha Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini melepas 12,48 miliar saham dengan harga penawaran Rp190 per lembar, berpotensi meraup dana hingga Rp2,37 triliun.
Menurut laporan CNBC Indonesia, IPO CDIA mengalami oversubscription atau kelebihan permintaan hingga 400 kali lipat secara keseluruhan. Sementara itu, porsi alokasi khusus investor ritel (COIN) melonjak hingga 70 kali lipat dari saham yang disediakan.
Penjatahan saham dilakukan melalui dua skema: fixed allotment untuk institusi sebesar 10%, dan pooling allotment untuk investor ritel. Pada kondisi permintaan berlebih, porsi pooling allotment dapat diperbesar menjadi 5–12,5% dari total saham ritel yang ditawarkan, tergantung pada jumlah pesanan.
Mengutip Katadata, sistem pooling allotment memungkinkan seluruh pesanan investor yang dilakukan melalui berbagai sekuritas diakumulasi menjadi satu total pesanan. Penjatahan akan mengutamakan waktu pemesanan. Investor ritel berpeluang memperoleh minimal 10 lot atau 1.000 saham sebagai hak dasar sebelum sistem penjatahan proporsional diberlakukan.
Dengan modal awal hanya Rp19.000 untuk pembelian 100 lembar saham, IPO CDIA menarik minat investor pemula. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk ekspansi portofolio di sektor energi, logistik, pelabuhan, dan penyimpanan. Rinciannya meliputi investasi sebesar Rp871,7 miliar untuk pengembangan logistik, pembelian kapal, serta Rp1,5 triliun untuk pembangunan pelabuhan dan fasilitas pendukung lainnya.
Sebagai anak perusahaan konglomerasi Prajogo Pangestu, CDIA memperkuat jejak bisnis grup di bidang energi dan infrastruktur.
Masuknya CDIA ke Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan menambah likuiditas pasar hingga Rp2,37 triliun. Meski begitu, investor ritel diingatkan untuk mewaspadai risiko seperti aksi ambil untung (profit-taking) setelah listing dan potensi volatilitas harga yang tinggi pada awal perdagangan saham IPO.
Sesuai prospektus, CDIA juga menetapkan kebijakan pembagian dividen dengan payout ratio sebesar 40%, menunjukkan komitmen untuk membagikan keuntungan kepada pemegang saham pasca pencatatan perdana.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.