Kisah Sedih: 28 Karyawan Google Kehilangan Pekerjaan karena Dukungan terhadap Palestina

Teknologi Terkini - Diposting pada 19 April 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Sebanyak 28 karyawan Google yang dikirim untuk membela Palestina telah dipecat. Keputusan perusahaan tersebut menyusul serangkaian protes dari karyawan atas sikap Google yang menyediakan cloud dan AI untuk mendukung pemerintah dan militer Israel.  Kontrak cloud dan AI yang dimaksud disebut Project Nimbus dan bernilai $1,2 miliar. Google dan Amazon akan menyediakan layanan komputasi awan, alat AI, pusat data, dan infrastruktur awan lainnya ke Israel. 

 

CNBC International mengutip memo internal terkait PHK tersebut. Memo itu ditulis oleh Chris Rakow, wakil presiden keamanan global Google.


“Setelah melakukan penyelidikan, hari ini kami memecat 28 karyawan yang diketahui terlibat (unjuk rasa). Kami akan melanjutkan penyelidikan dan mengambil tindakan seperlunya,” kata Rakow, Jumat (19 April 2024). Rakow mengatakan para pengunjuk rasa menduduki tempat tersebut, merusak properti dan mengganggu pekerjaan karyawan lainnya. Bahkan, kata dia, tindakan karyawan tersebut mengancam rekan kerjanya. “Perilaku mereka tidak bisa diterima, sangat meresahkan dan membuat rekan kerja merasa terancam,” ujarnya. 

 

Sembilan karyawan sebelumnya ditangkap setelah melakukan  protes di kantor Google di New York dan Sunnyvale, California. Mereka didakwa masuk ke perusahaan tanpa izin  pada Selasa (16 April 2024) waktu setempat. 


Kantor CEO Google Cloud Thomas Kurian juga menjadi sasaran protes karyawan. Setelah berada di sana selama sembilan jam, mereka ditangkap. Beberapa pegawai yang ditangkap mengaku tidak bisa login ke rekening atau kantornya. Selain itu, ia juga diberikan cuti administratif dan diminta menunggu kabar dari Sumber Daya Manusia sebelum kembali bekerja. 

 

Mengenai protes kerja sama, juru bicara Google mengatakan layanan cloud perusahaannya mendukung pemerintah di seluruh dunia. Karyanya juga tidak menyangkut hal-hal rahasia, sensitif atau militer. 
“Google Cloud mendukung banyak pemerintahan di seluruh dunia di negara tempat kami beroperasi, termasuk pemerintah Israel. “Layanan cloud computing kami tersedia secara umum,” ujarnya. 

 

Juru bicara Google menambahkan: "Pekerjaan ini tidak membahas masalah sensitif, rahasia, atau militer  terkait  senjata atau intelijen."


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :