Kemenko Marves Klaim Penjualan EV Melesat Berkat 2 Insentif Kunci

Teknologi Terkini - Diposting pada 14 August 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi telah mengeluarkan dua kebijakan terkait penjualan kendaraan listrik, baik mobil maupun motor. Sepanjang semester I/2024, penjualan kendaraan listrik (EV) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan kebijakan insentif pajak serta insentif bea masuk dan pajak penjualan barang mewah untuk impor mobil listrik.

 

"Dari sisi manufaktur, kami juga membuka peluang impor. Produsen EV diberikan kebebasan biaya masuk dengan syarat jumlah produksi mereka di dalam negeri setara dengan jumlah impor. Jika tidak, mereka harus membayar bea masuk seperti sebelumnya," ujar Rachmat dalam acara IDX Channel ESG 2024, Rabu (14/8/2024).

 

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa produsen kendaraan listrik dapat memanfaatkan paket insentif impor dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga akhir 2025. Setelah periode tersebut, mereka diwajibkan memenuhi ketentuan produksi EV di dalam negeri atau kewajiban produksi hingga akhir 2027, sesuai dengan ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang berlaku. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 79/2023, yang memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk impor 0% dan PPnBM 0% untuk impor Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dalam bentuk utuh (Completely Built-Up/CBU) maupun Completely Knock Down (CKD) dengan TKDN kurang dari 40%.

 

Peraturan ini juga mengatur penyesuaian ketentuan TKDN untuk KBLBB roda dua atau tiga serta roda empat atau lebih, termasuk penundaan penerapan TKDN 60% dari 2024 ke 2027. Selain itu, Rachmat mengungkapkan bahwa sepanjang semester I/2024, total penjualan kendaraan listrik, baik BEV, HEV, maupun PHEV, mencapai 37.500 unit, meningkat 67% dibandingkan dengan semester I/2023 yang tercatat hanya sebanyak 22.400 unit.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.