Induk Google Siapkan Rp 1.200 Triliun untuk Kalahkan DeepSeek - Perang AI Memanas!

Teknologi Terkini - Diposting pada 06 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

DeepSeek Memicu Persaingan AI, Alphabet Genjot Investasi Rp 1.223 Triliun

Kehadiran DeepSeek semakin mendorong perusahaan teknologi Barat untuk meningkatkan investasi mereka dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Salah satunya adalah Alphabet, induk perusahaan Google, yang mengalokasikan miliaran dolar untuk mempercepat inovasi di sektor ini.

 

Dalam earnings call usai merilis laporan keuangan perusahaan, CEO Alphabet Sundar Pichai bahkan memberikan pujian kepada DeepSeek, menyebut produk mereka sebagai sesuatu yang luar biasa.

 

Sebagai respons terhadap perkembangan AI yang semakin kompetitif, Alphabet mengumumkan peningkatan belanja modal menjadi USD 75 miliar atau sekitar Rp 1.223 triliun. Jumlah ini melonjak signifikan dibandingkan USD 32,3 miliar pada 2023.

"Salah satu alasan kami sangat antusias terhadap peluang AI adalah karena kami yakin dapat menghadirkan lebih banyak inovasi seiring dengan turunnya biaya penggunaan teknologi ini. Hal ini akan membuka lebih banyak peluang baru," ujar Pichai dalam earnings call, seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/2/2025).

"Peluangnya sangat besar, dan itulah alasan kami terus berinvestasi untuk menjawab tantangan ini," lanjutnya.


 

AI Dorong Pendapatan Google, Meta Ikut Bersaing

Teknologi AI juga terus memberikan kontribusi positif terhadap bisnis Google. Pada 2024, pendapatan perusahaan naik 12% dari tahun ke tahun, mencapai USD 96,5 miliar. Sementara itu, pendapatan Google Cloud meningkat 10% menjadi USD 12 miliar, didorong oleh pertumbuhan Google Cloud Platform (GCP), AI Infrastructure, dan Generative AI Solutions.

 

Besarnya investasi AI ini menjadi sorotan, terutama setelah DeepSeek berhasil meluncurkan model AI dengan biaya hanya USD 5,5 juta. Keberhasilan DeepSeek bahkan sempat membuat saham Nvidia anjlok, karena muncul spekulasi bahwa model AI dengan biaya lebih murah dapat menurunkan permintaan chip AI dan pusat data.

 

Namun, Alphabet bukan satu-satunya perusahaan yang mengalokasikan dana besar untuk AI. CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya juga mengumumkan bahwa Meta akan menghabiskan lebih dari USD 60 miliar pada 2025 untuk belanja modal, dengan fokus pada pengembangan pusat data.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.