Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 14 February 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menggelar pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2/2025), untuk membahas berbagai kerja sama strategis, termasuk di sektor pertahanan. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk membangun pabrik drone di Indonesia melalui kemitraan antara perusahaan pertahanan Republikorp dari Indonesia dan Baykar dari Turki.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian joint venture oleh CEO Baykar Haluk Bayraktar dan Chairman Republikorp Norman Joesoef, yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan.
"Joint venture antara Republikorp dan Baykar akan merealisasikan pembangunan pabrik drone di Indonesia. Kami mengundang Chairman Republikorp dan CEO Baykar untuk menandatangani perjanjian ini," ujar pembawa acara dalam seremoni tersebut.
Joint venture merupakan kerja sama bisnis antara dua atau lebih perusahaan dalam periode tertentu. Republikorp adalah perusahaan pertahanan swasta asal Indonesia, sementara Baykar merupakan perusahaan pertahanan asal Turki yang dikenal sebagai produsen drone canggih.
Selain proyek joint venture, Presiden Prabowo juga mendorong kerja sama produksi (joint production) di sektor pertahanan antara Indonesia dan Turki. Menurutnya, hubungan bilateral dalam industri pertahanan telah berkembang dengan baik dan terus mengalami kemajuan.
"Kerja sama di sektor industri pertahanan antara Indonesia dan Turki berjalan sangat baik. Saya juga telah bertemu dengan para pimpinan perusahaan industri pertahanan Turki di Istanbul pada Desember lalu," ujar Prabowo.
Ia pun mengapresiasi dukungan Presiden Erdogan dalam memperkuat kolaborasi strategis di sektor pertahanan.
"Terima kasih kepada Presiden Erdogan atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan. Saya yakin kerja sama kita di bidang industri pertahanan akan semakin maju," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo meminta dukungan dari Presiden Erdogan dalam mewujudkan kerja sama joint venture dan joint production. Ia menekankan bahwa Indonesia telah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan pertahanan terkemuka di Turki.
"Kami berharap dukungan dari Yang Mulia karena kami ingin memperluas joint venture dengan beberapa perusahaan Turki, serta meningkatkan joint production di industri pertahanan. Indonesia telah menjalin kerja sama yang baik dengan perusahaan-perusahaan ternama seperti Roketsan, Aselsan, Havelsan, dan Baykar. Kami ingin lebih serius terlibat dalam berbagai program pertahanan yang tengah dikembangkan bersama Turki," tegas Prabowo.
Sebagai informasi, kunjungan kenegaraan Presiden Erdogan ke Indonesia berlangsung pada 11-12 Februari 2025. Dalam agenda kunjungannya, Erdogan mengadakan pertemuan tete-a-tete dengan Presiden Prabowo sebelum melanjutkan pertemuan bilateral yang dihadiri oleh para menteri dari kedua negara.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.