India Berhasil Uji Rudal Hipersonik: Kecepatan Luar Biasa 6.200 Km/Jam, Dunia Tercengang!

Teknologi Terkini - Diposting pada 17 November 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - India Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik Jarak Jauh, Catat Tonggak Sejarah Baru, India berhasil menguji coba rudal hipersonik jarak jauh yang dikembangkan secara mandiri, mencatatkan pencapaian penting dalam teknologi militer dan menempatkannya di antara segelintir negara dengan kemampuan canggih ini. Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi India di tengah persaingan global dalam pengembangan senjata hipersonik yang melibatkan negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, dan Amerika Serikat.  

 

Rudal tersebut, yang dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) bersama mitra industri, mampu membawa muatan dengan jangkauan lebih dari 1.500 kilometer. "Data penerbangan mengonfirmasi keberhasilan manuver terminal dengan tingkat akurasi tinggi," demikian pernyataan pemerintah, dikutip dari Reuters. Uji coba dilakukan pada Sabtu (16/11/2024) dari Pulau Dr. APJ Abdul Kalam di lepas pantai Odisha.  

 

Pencapaian Bersejarah bagi India

Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, menyebut uji coba ini sebagai pencapaian bersejarah yang menempatkan India di antara negara-negara terdepan dengan teknologi militer mutakhir. Dalam unggahannya di platform X, Singh menyatakan, “India telah mencapai tonggak sejarah besar dengan sukses menguji rudal hipersonik jarak jauh dari Pulau Dr. APJ Abdul Kalam. Ini adalah momen bersejarah yang menunjukkan kemampuan teknologi militer penting yang kita miliki.”  

 

Rudal hipersonik ini dikembangkan oleh laboratorium Kompleks Rudal Dr. APJ Abdul Kalam, Hyderabad, bersama berbagai laboratorium DRDO lainnya. Uji coba tersebut diawasi oleh ilmuwan senior DRDO dan anggota angkatan bersenjata.  

 

Keunggulan Teknologi Hipersonik

Rudal hipersonik bergerak dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara, atau sekitar 6.200 kilometer per jam, di bagian atas atmosfer. Meskipun kecepatannya lebih lambat dibandingkan rudal balistik antarbenua (ICBM), desain kendaraan luncur hipersonik memberikan kemampuan manuver yang unggul untuk menghindari pertahanan lawan.  

 

Teknologi ini semakin diperkuat dengan konsep **sistem pemboman orbital fraksional (FOBS)**, yang memungkinkan rudal memasuki lintasan orbit parsial sebelum meluncur menuju target. Sistem ini mempersulit deteksi dan respons dari mekanisme pertahanan tradisional.  

 

Sebaliknya, rudal balistik antarbenua membawa hulu ledak nuklir dalam lintasan balistik yang hanya mencapai luar angkasa tanpa masuk ke orbit. Dengan teknologi ini, India menunjukkan langkah maju yang signifikan dalam mempertahankan kedaulatan dan memperkuat posisi strategis di panggung global.  

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.