Ekonomi Sulit: Banyak Warga RI Kesulitan Bayar Cicilan Mobil & Motor

Teknologi Terkini - Diposting pada 14 June 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Kenaikan Rasio Pembiayaan Bermasalah Multifinance Disertai Perlambatan Pertumbuhan Pembiayaan. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) di industri multifinance mengalami kenaikan pada tahun ini, bersamaan dengan perlambatan pertumbuhan pembiayaan.

 

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2024 menunjukkan rasio NPF gross mencapai 2,82%, meningkat 35 basis poin (bps) secara tahunan. Jika dibandingkan dengan posisi Desember 2023, rasio NPF naik 38 bps.

 

Rasio NPF net per April 2024 juga menunjukkan kenaikan sebesar 20 bps menjadi 0,89%, naik 25 bps dibandingkan dengan Desember 2023.

 

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, menyebutkan bahwa kenaikan NPF multifinance disebabkan oleh daya beli masyarakat yang tertekan akibat lonjakan harga kebutuhan pokok sejak akhir 2023.

 

"Dengan kondisi ini, suka atau tidak suka, pasti ada sejumlah orang yang akhirnya menunda pembayaran cicilan," ujar Suwandi kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/6/2024).

 

Pertumbuhan piutang di industri multifinance juga melambat, terutama di sektor otomotif. Selain daya beli yang menurun, perusahaan pembiayaan juga menghadapi kesulitan dalam menemukan debitur dengan kualitas baik.

 

Suwandi menjelaskan bahwa kredit bermasalah saat ini menjadi isu di seluruh industri keuangan, sehingga banyak calon debitur multifinance tercatat memiliki skor kredit buruk.

 

"Banyak masyarakat yang dalam pengecekan SLIK-nya memang bermasalah," tambahnya.

Data OJK mencatat bahwa piutang pembiayaan multifinance per April 2024 naik 10,82% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 486,35 triliun. Pertumbuhan pada bulan keempat tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan April 2023, yang mencatat pertumbuhan 15,13% yoy menjadi Rp 435,85 triliun.

 

Jika dibandingkan dengan Desember 2023, pertumbuhan piutang juga lebih rendah. Pada akhir tahun lalu, piutang pembiayaan naik 13,23% yoy, sementara pada Desember 2022 naik 14,18% yoy.

 

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil baru sepanjang Januari-April merosot 14,8% yoy menjadi 289.551 unit. Pada periode yang sama, data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat penjualan motor baru turun 1,11% yoy menjadi 2.154.226 unit.

 

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro OJK, Ahmad Nasrullah, mengatakan bahwa biaya hidup yang semakin mahal menjadi salah satu alasan NPF membengkak.

 

"Saat ini kemampuan debitur berkurang karena peningkatan biaya hidup. Jadi, untuk membayar cicilan mereka tidak kuat," ungkap Ahmad dalam FGD OJK bersama Redaktur Media Massa, Kamis (13/6/2024).

 

Ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri menilai kondisi ekonomi kelas menengah di Indonesia mulai tertekan, yang terlihat dari penjualan barang-barang bertahan lama atau durable goods yang anjlok drastis.

 

Situasi ini menimbulkan ancaman serius terhadap daya beli masyarakat kelas menengah. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyoroti penjualan motor dan mobil sebagai durable goods yang turun tajam pada awal tahun ini.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :