Demi AI, Sang Pendiri Google Turun Gunung Bantu Pengembangan Proyek AI Google

Teknologi Terkini - Diposting pada 25 July 2023 Waktu baca 5 menit

Google sepertinya sangat serius dalam mengembangkan proyek Kecerdasan Buatan (AI) buatan mereka. Kesungguhan ini muncul sebagai respons setelah saingan mereka dalam bidang AI, yakni OpenAI, merilis chatbot ChatGPT pada akhir November 2022 yang lalu.

 

Dalam upaya mengembangkan proyek AI, seperti proyek Google Bard, perusahaan mesin pencari internet ini bahkan melibatkan salah satu pendiri Google, Sergey Brin, yang kini telah kembali dan secara rutin mendatangi kantor.

 

Padahal, Sergey Brin dan Larry Page, dua pendiri Google, telah lama tidak aktif dalam operasional perusahaan karena peran tersebut telah dialihkan kepada Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet saat ini.

 

Kehadiran Sergey Brin di kantor Google menjadi sorotan berkat laporan yang dirilis oleh media internasional terkemuka, The Wall Street Journal (WSJ). Dalam laporan tersebut, WSJ mengutip beberapa sumber yang terlibat dengan Google, baik itu karyawan maupun mantan karyawan Google.

 

Menurut laporan WSJ, Sergey Brin datang ke kantor pusat Google yang berlokasi di Mountain View, California, AS, tiga hingga empat kali dalam seminggu.

 

Dalam kunjungannya ke kantor tersebut, kabarnya ia mengawasi dan membantu tim AI di Google untuk mengembangkan model AI buatan perusahaan yang diharapkan dapat menjadi pesaing teknologi ChatGPT dari OpenAI, yaitu Gemini.

 

Selain membantu pengembangan AI, Sergey Brin juga dikabarkan membantu tim rekrutmen Google dalam mencari bakat-bakat terbaik di bidang AI. Hal ini dilakukan sebagai respons atas kehilangan sejumlah karyawan di bidang AI yang terjadi baru-baru ini.

 

Bos Google, Pichai, dikabarkan menyambut antusias kehadiran Sergey Brin di kantor pusat Google. Bahkan, laporan WSJ menyatakan bahwa Pichai sangat mendukung kehadiran Brin di kantornya.

 

Hal ini tentu saja wajar. Pada sekitar bulan Januari, Pichai konon telah meminta petunjuk dari dua pendiri Google, yakni Larry Page dan Sergey Brin, untuk merancang strategi menghadapi ancaman dari kompetitor di bidang AI, seperti ChatGPT.

 

Kedua pendiri Google tersebut kabarnya telah mengadakan beberapa pertemuan dengan para eksekutif Google bulan lalu untuk merumuskan strategi AI dan menyetujui rencana untuk menghadirkan lebih banyak fitur chatbot ke mesin pencarian Google.

 

Mereka juga konon turut berperan dalam merancang dan menyetujui rencana baru terkait AI, menyumbangkan beberapa ide segar, dan mendiskusikan masalah ChatGPT.

 

Dengan berita terkini ini, tampaknya keterlibatan Sergey Brin lebih besar dibandingkan dengan Larry Page. Sebab, laporan WSJ menyatakan bahwa yang rutin datang ke kantor hanyalah Sergey Brin.

 

Larry Page mungkin saat ini juga mengunjungi kantor Google, namun mungkin tidak sesering Sergey Brin.

 

Sumber: kompas.com

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :